Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Berkerja Ilegal, Insentif Perawat Tidak Sesuai Standart

Berkerja Ilegal, Insentif Perawat Tidak Sesuai Standart

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiakur, EXPO MBD

Sejauh ini hadirnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) adalah semata untuk melihat persoalan perawat. Yang mana sesuai dengan regulasinya, insentif yang harus diterima sebulan yakni tiga kali standart Upah Minimum Regional (UMR). Sebagian besar perawat bekerja tanpa Surat Tanda Registrasi Perawat (STRP) dan Surat Izi Praktek Perawat (SIPP) yakni bekerja ilegal.

Hal ini disampaikan ketua DPD PPNI kabupaten MBD, Mathelda Aty Sarak, AMK, SKM, M.Kes ketika ditemui diruang kerjanya di dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten MBD, jumat (03/07/2020). Kenyataannya biasa perawat melakukan tugasnya hanya berdasarkan kemanusiaan tanpa legalitas. Karena kondisi tidak menolongpun serba salah. Akhirnya berdasarkan perlindungan hukum, perawat tidak terlindungi.

Menurut Aty begitu sapaan akrabnya, regulasinya yakni Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang kesehatan keperawatan, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 26 tahun 2011 tentang pelaksanaan praktek keperawatan dan peraturan bupati MBD Nomor 40 tahun 2019 tentang aturan pelaksanaan praktek di MBD.

Dikatakan Aty, semua regulasi sudah membatasi dan melarang perawat melakukan tindakan yang bukan kewenangannya. Secara tegas juga melarang mempekerjakan perawat yang tidak memiliki STRP dan SIPP. Baik yang bekerja pada pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), praktek mandiri maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Pasalnya, STRP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawat yang telah diregistrasi dari organisasi profesi (PPNI). Setelah memiliki STRP perawat wajib memiliki SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada perawat yang akan menjalankan praktik keperawatan secara perseorangan.

Perawat butuh jaminan perlindungan hukum ketika melakukan tugas dan tanggungjawab artinya sangat dibutuhkan legalitas. Sehingga dibutuhkan keberpihakan pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten MBD untuk melihat persoalan ini. Sebab dalam dilema seperti ini yang menjadi korban adalah masyarakat, karena ada ketakutan perawat soal legalitas, ungkapnya.

Karena alasan keterbatasan tenaga sehingga seringkali perawat diharuskan melaksanakan pekerjaan dokter maupun farmasi. Tanpa ada pelimpahan kewenangan secara tertulis, perawat juga melakukan tugas hanya berdasarkan kemanusiaan tanpa legalitas. Karena kondisi tidak menolongpun serba salah, akhirnya berdasarkan perlindungan hukum perawat tidak terlindungi, ujarnya.

Pekerjaan yang demikian banyak dilakukan dan dirangkap oleh perawat selama ini tanpa jaminan kepastian hukumnya, tidak lalu kemudian dihargai dengan insentif yang setimpal pula. Jauh dari sebuah harapan impian dan regulasi, semuanya berbanding terbalik. Insentif perawat kecil dibandingkan dengan dokter dan farmasi, ulasnya.

Insentif yang diperuntukan harusnya berdasarkan profesi bukan berdasarkan status kepegawaian. Sebab perawat bekerjapun berdasarkan profesinya bukan berdasarkan status kepegawaian. Namun sejauh ini insentif yang diberikan hanya berdasarkan status kepegawaian, tuturnya.

Sehingga perawat Aparatur Sipil Negara (ASN) saja yang layak menerima insentif, sedangkan perawat kontrak daerah tidak mendapat insentif. Kalau ASN tetapi bukan perawat tidak dapat melayani pasien dan sebaliknya. Perawat diberikan insentif sebulan sebesar Rp. 1,5 juta, insentif dokter sebesar Rp. 13,5 juta dan insentif farmasi sebesar Rp. 5 juta sebagai pembanding, ucapnya sembari mengakhiri. (VQ)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Kedua Pendaftaran di KPU MBD “Christal” Daftar Kedua

    Hari Kedua Pendaftaran di KPU MBD “Christal” Daftar Kedua

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Hari kedua pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Pasangan Calon, Hendrik Natalus Christiaan dan Hengky Ricardo Pelata dengan jargon Christal, resmi mendaftar kedua pada puku 15.30 WIT sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu (28/08/2024). Usai melakukan registrasi pendaftaran, pasangan calon […]

  • Wujudkan “Mutiara Pattimura” Dandim Moa Gelar Jumat Bersih

    Wujudkan “Mutiara Pattimura” Dandim Moa Gelar Jumat Bersih

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf. Wira Muharromah menggelar “Jumat Bersih” untuk Masjid dan lingkungan jelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan keagamaan tersebut merupakan perwujudan dari program Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI. Richard Tampubolon  yakni “Mutiara Pattimura”, suatu program berisikan kegiatan bernilai positif, baik kebhinekaan serta toleransi lewat sinergitas. Menurut Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf. […]

  • Kenalkan Fiber Optic, BKP-BTR Tambah Wawasan Pelajar SMA 16 Lurang

    Kenalkan Fiber Optic, BKP-BTR Tambah Wawasan Pelajar SMA 16 Lurang

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Wetar, EXPO MBD PT Batutua Kharisma Permai (BKP) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui kegiatan sosialisasi bertema “Pengenalan Jaringan Fiber Optic” di SMA Negeri 16 Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (18/9/2025). Acara ini diikuti puluhan siswa didampingi para guru, dengan tujuan memberikan pemahaman mendasar […]

  • Pameran Pembangunan, Terus Berlari Untuk MBD Maju

    Pameran Pembangunan, Terus Berlari Untuk MBD Maju

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Untuk pertama kali sejak pemekaran menjadi Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), barulah menggelar “Pameran Pembangunan” dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 MBD “Terus Berlari Untuk MBD Maju”. Pameran Pembangunan ini terselenggara selama 5 (Lima) hari sejak 18-22 Juli 2023 di lapangan Kalwedo kota Tiakur dengan kurang lebih 58 stand. Hal ini […]

  • Anggota DPRD MBD, Koko Akse Peduli Rakyat

    Anggota DPRD MBD, Koko Akse Peduli Rakyat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Daerah Pemilihan 3 Babar-Damer, asal Desa Wakpapi, Kecamatan Babar Timur, Wennetou Akse atau yang biasa akrab disapa Koko Akse menunjukan kepeduliannya. Sebagai wujud dalam bentuk kunjungan kepada rakyat yang ditahan karena kasus hukum di Polres MBD, Selasa (21/01/2025). Menurut Koko Akse, […]

  • GMBK Hadir Berperan Dukung Pembangunan MBD

    GMBK Hadir Berperan Dukung Pembangunan MBD

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Membangun Bumi Kalwedo (GMBK) melantik Dewan Pengurus Cabang (DPC) Tiakur Periode 2024-2026 di Aula PSDKU UNPATTI Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (22/01/2024). Tema “Melalui  Semangat Kalwedo, kita memperkuat persaudaraan untuk membangun  Maluku Barat Daya”. Dalam sambutan Bupati MBD yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik […]

expand_less