Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Gelar Seminar Sejarah Terbentuknya Kabupaten MBD

    Pemda Gelar Seminar Sejarah Terbentuknya Kabupaten MBD

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tanggal 21 juli 2021 mendatang. Pemerintah daerah lewat dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar seminar sejarah terbentuknya kabupaten MBD. Kegiatan ini dibuat karena realita bahwa belum adanya dokumen resmi sejarah terbentuknya kabupaten MBD. Hal ini disampaikan […]

  • Pemkab MBD Gelar Konsultasi Publik RPJMD dan RKPD

    Pemkab MBD Gelar Konsultasi Publik RPJMD dan RKPD

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna, Tiakur, Jumat, 4 Juli 2025, dan melibatkan para pemangku kepentingan lintas sektor. Bupati MBD dalam sambutannya yang dibacakan Asisten […]

  • Polres MBD Release Kasus Kelly dan Elo

    Polres MBD Release Kasus Kelly dan Elo

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kepolisian Resort (Polres) Maluku Barat Daya (MBD) menggelar pengungkapan kasus yang berada di wilayah hukumnya, Sabtu (11/12). Kegiatan press release tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres MBD, AKP. Sulaiman, menyampaikan kasus kriminal yang terjadi di desa Kelly, Polsek Damer dan kasus anarkis yang terjadi di desa Elo, […]

  • TMMD Bantu Pengelolaan Air dan Kesehatan Hewan

    TMMD Bantu Pengelolaan Air dan Kesehatan Hewan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Program TMMD Ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 1511/Pulau Moa terus menghadirkan berbagai solusi bagi kebutuhan masyarakat desa. Di dusun Poliwu, Desa Toundua program bantuan utama disiapkan untuk menjawab keluhan para peternak, yakni pengelolaan sumber air dan peningkatan kesehatan hewan ternak. Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh salah satu warga, Oleng Saiklela, kepada Dansatgas […]

  • Rehiraky, Bawaslu MBD Cegah dan Awasi Daftar Pemilih

    Rehiraky, Bawaslu MBD Cegah dan Awasi Daftar Pemilih

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Sejauh ini dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumat (16/10). Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan. Dari analisa elemen data ada beberapa temuan dan rekomendasi yang dikeluarkan untuk menjadi saran perbaikan dan perlu disinkronkan. Hal ini […]

  • Perumdam Ambil Langkah Atasi Kesenjangan Suplai Air

    Perumdam Ambil Langkah Atasi Kesenjangan Suplai Air

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menghadapi kesenjangan suplai air akibat distribusi yang tidak konstan. Terjadi perbedaaan kapasitas pompa pada unit produksi Werwaru dan unit distribusi Kaiwatu. Langkah yang diambil yakni memesan pompa baru disertai pergantian travo menjadi solusi yang tepat. Hal ini disampaikan Direktur […]

expand_less