Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMPS Hukum PSDKU Unpatti MBD Bahas Kelangkaan BBM

    HMPS Hukum PSDKU Unpatti MBD Bahas Kelangkaan BBM

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Himpunan Mahasiswa Program Study Hukum PSDKU Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku Barat Daya (MBD) menggelar diskusi publik bertema “Keadilan Negeri: Mengurai Benang Kusut Kelangkaan BBM di Daerah Kepulauan” pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur eksekutif, legislatif, dan pihak SPBU Sumber Mas Tiakur, serta diikuti organisasi kepemudaan dan masyarakat untuk membahas […]

  • HUT Ke-15, DPRD MBD Gelar Rapat Paripurna Khusus

    HUT Ke-15, DPRD MBD Gelar Rapat Paripurna Khusus

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Rapat Paripurna Khusus menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 Kabupaten MBD, di ruang sidang paripurna, Kamis (20/07). Dalam sambutannya Ketua DPRD Kabupaten MBD, Pertrus A. Tunay, A.Md mengingatkan bahwa harapan masyarakat dari pembentukan Kabupaten MBD adalah meninggalkan kemiskinan dan ketertinggalan. Oleh […]

  • Gubernur Maluku Serahkan 14 Kode Register Desa Persiapan MBD

    Gubernur Maluku Serahkan 14 Kode Register Desa Persiapan MBD

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail secara resmi menyerahkan 14 kode desa kepada Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach, ST di aula Kodim 1511/Pulau Moa, Tiakur  Kabupaten MBD, Rabu (18/10/2023). 14 (empat belas) Desa Persiapan yakni Yawuru, Woorono, Misiapi di Desa Induk Wonreli, Sumpali Desa Lekloor, Puthair Timur, […]

  • SPBU Letti Mandek, Kebutuhan BBM Moa Naik

    SPBU Letti Mandek, Kebutuhan BBM Moa Naik

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Saat ini terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di pulau Letti, diakibatkan karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak PT. Berkat Pratama Pulau Letti bersubsidi mandek. Suplay BBM terhenti, sehingga tidak lagi beroperasi kurang lebih selama kurun waktu 4 bulan terakhir. Berdampak pada naiknya kebutuhan BBM karena bertumpu di pulau Moa […]

  • Perumdam Tirta Kalwedo Terima Penghargaan Opini WTP

    Perumdam Tirta Kalwedo Terima Penghargaan Opini WTP

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2024 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Rahman dan Sucipto WS asal Bandung, Selasa (06/05/2025). Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kalwedo Kabupaten MBD, Oktovianus Saununu kepada media […]

  • Pengajuan Bacaleg Usai, KPU MBD Terima 17 Parpol

    Pengajuan Bacaleg Usai, KPU MBD Terima 17 Parpol

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Hingga batas waktu Pengajuan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) usai , Minggu (14/05/2023) Pukul 23.59 WIT. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) hanya menerima 17 Partai Politik (Parpol) yang melakukan registrasi dan dinyatakan diterima. Sedangkan 1 Parpol yakni Partai Ummat sama sekali tidak melakukan registrasi dan tidak mengajukan Bacaleg. Hal […]

expand_less