Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan Disdukcapil MBD Terkait Adminduk Pada Pilkada Serentak

    Dukungan Disdukcapil MBD Terkait Adminduk Pada Pilkada Serentak

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dukungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) juga sangat penting terkait Administrasi Kependudukan (Adminduk) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tanggal 27 November 2024 mendatang. Perlu juga kepedulian masyarakat meng-update data kependudukan sesuai keadaannya karena diperlukan untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil melalui Sekretaris […]

  • Cerita Pelantikan Pengurus Pemuda Tanimbar Di Tiakur

    Cerita Pelantikan Pengurus Pemuda Tanimbar Di Tiakur

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kiranya dengan dilantiknya Pengurus Pemuda Tanimbar di Tiakur kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mampu menghadirkan hal-hal yang terbaik. Atas nama orang Tanimbar demi untuk membangun kabupaten bertajuk kalwedo ini. Tatangan juga untuk bekerja keras dengan mampu mendata semua orang asal tanimbar yang tersebar di seluruh wilayah MBD. Hal ini disampaikan Ketua Pengurus […]

  • Live “Disdukcapil Bacarita Adminduk” Soal Pencatatan Perkawinan

    Live “Disdukcapil Bacarita Adminduk” Soal Pencatatan Perkawinan

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kembali lagi pada program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) “Disdukcapil Bacarita Adminduk” soal pencatatan perkawinan live pada siaran Radio Cahaya Kalwedo di frekuensi 95,2 FM, Jumat (15/10). Acara ini berdurasi kurang lebih 1 jam mulai pukul 19.00 WIT hingga selesai. Pemateri Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, […]

  • MBD Terendah Jumlah Tindak Pidana di Maluku

    MBD Terendah Jumlah Tindak Pidana di Maluku

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Terhitung sejak tanggal 1 januari 2023 hingga tanggal 1 Juli 2024, tindak pidana kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku merupakan jumlah yang paling rendah. Ini menandakan bahwa masyarakat MBD sangat baik, sehingga berdampak pada situasi kamtibmas yang kondusif dan terus terjaga. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres […]

  • Kepentingan dan Ancaman, Siong Batalkan Keberangkatan KM. Cantika Lestari 99

    Kepentingan dan Ancaman, Siong Batalkan Keberangkatan KM. Cantika Lestari 99

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Tiakur, Direktur Utama (Dirut) PT. Pelayaran Dharma Indah, Johni de Queljoe alias siong memerintahkan pembatalan keberangkatan KM. Cantika Lestari 99 yang dijadwalkan melayari wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), senin (03/08). Beralasan karena ada banyak kepentingan dan ancaman yang dialamatkan kepada pihaknya. Menurut Siong lewat telepon selulernya rabu (06/08), kepada wartawan bahwa ada kepentingan diluar […]

  • Koko Akse Minta Distribusi BBM Pengecer Dibatasi

    Koko Akse Minta Distribusi BBM Pengecer Dibatasi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya, Winnetou Akse atau yang akrab disapa Koko Akse kepada media ini saat On The Spot bersama Komisi III DPRD Kabupaten MBD, Senin (29/06/2026) meminta agar distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari SPBU Sumber Mas dan SPBU Tribers kepada pengecer Pom Mini dibatasi. Menurut Koko Akse, langkah […]

expand_less