Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 271
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Pensiun P3K, BKPSDM MBD Gandeng Taspen

    Sosialisasi Pensiun P3K, BKPSDM MBD Gandeng Taspen

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan kegiatan sosialisasi program ketaspenan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk jaminan pensiun, bertempat di aula Bapedalitbang Kabupaten MBD, Rabu (12/07). “Hari ini memang sosialisasi kita tujukan kepada P3K tetapi sebetulnya program ini bisa juga diakses oleh semua […]

  • Duta Genre Gelar Sosialisasi di SMAN 13 MBD

    Duta Genre Gelar Sosialisasi di SMAN 13 MBD

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Duta Generasi Berencana (GENRE) Maluku Barat Daya (MBD), Allysa Bouk dan Richard Uniplaita menggelar sosialisasi Generasi Berencana, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) KALWEDO dalam mewujudkan harapan bangsa membangun masa depan. Kegiatan ini digelar di ruang kelas Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 MBD, Sabtu (16/09/2023). Kepala sekolah (Kepsek) SMAN 13 MBD, […]

  • TMMD Bantu Pengelolaan Air dan Kesehatan Hewan

    TMMD Bantu Pengelolaan Air dan Kesehatan Hewan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Program TMMD Ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 1511/Pulau Moa terus menghadirkan berbagai solusi bagi kebutuhan masyarakat desa. Di dusun Poliwu, Desa Toundua program bantuan utama disiapkan untuk menjawab keluhan para peternak, yakni pengelolaan sumber air dan peningkatan kesehatan hewan ternak. Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh salah satu warga, Oleng Saiklela, kepada Dansatgas […]

  • Inovasi IKD Mudahkan Akses Pelayanan Dokumen Kependudukan

    Inovasi IKD Mudahkan Akses Pelayanan Dokumen Kependudukan

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Ditjen Dukcapil Kemendagri RI dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi teknologi dan informasi di era digital ini melaksanakan satu inovasi yaitu menerapkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Inovasi ini berbentuk aplikasi memberikan kemudahan akses Dokumen Kependudukan, KTP-el dan Kartu Keluarga yang sudah ber-barcode menjadi Digital dan terdapat dalam Smartphone penduduk. Hal ini disampaikan Kepala […]

  • Strategi Edukasi Berbasis Komunitas dan Pendampingan Hukum Upaya Pencegahan KDRT Di Desa Dilem

    Strategi Edukasi Berbasis Komunitas dan Pendampingan Hukum Upaya Pencegahan KDRT Di Desa Dilem

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Oleh : Wardah Devi Hisanah, Dia Puspitasadi S. Sosio., M. Si Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau disingkat dengan KDRT merupakan suatu perilaku dari pasangan atau mantan pasangan yang menyebabkan kerugian baik fisik, seksual maupun psikologis. Secara yuridis, pasal 1 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) bahwa KDRT adalah […]

  • BKP-BTR DAN KORAMIL WETAR GELAR BAKTI SOSIAL

    BKP-BTR DAN KORAMIL WETAR GELAR BAKTI SOSIAL

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Lurang, EXPO MBD Perusahaan pertambangan dan pengelolaan tembaga Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) selalu berkomitmen peduli terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasinya di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Salah satu perwujudan komitmen tersebut adalah kegiatan bakti sosial yang diselenggarkan bagi warga Desa Ilwaki dan Desa Hiay. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari […]

expand_less