Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT MBD Sederhana, Bupati Ajak Masyarakat Sambut Era Baru

    HUT MBD Sederhana, Bupati Ajak Masyarakat Sambut Era Baru

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Maluku Barat Daya dirayakan sederhana di halaman Kantor Bupati, Selasa pagi. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan kemampuan fiskal daerah, kesederhanaan pelaksanaan upacara tidak mengurangi makna dan rasa syukur atas perjalanan pembangunan daerah selama 18 tahun. Bupati MBD Benyamin Thomas Noach mengatakan, pelaksanaan HUT tahun […]

  • Wabup Kilikily Serahkan Dua Korban Laut Kepada Keluarga

    Wabup Kilikily Serahkan Dua Korban Laut Kepada Keluarga

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Wakil Bupati (Wabup) Maluku Barat Daya (MBD), Drs. Agustinus Lekwarday Kilikily, M.Si menyerahkan Dua korban laka laut Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Jolor Perisos yang mengalami musibah di perairan Leti dari desa luang barat menuju desa nuwewang pulau Leti ke pihak keluarga. Bertempat di ruang rapat kantor Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) MBD, […]

  • Bupati Minta Jatah Taruna Akmil Untuk MBD

    Bupati Minta Jatah Taruna Akmil Untuk MBD

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pejabat Sementara (Pjs) Bupati kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Drs. Mosez Lohy, MT menyampaikan permintaan jatah Taruna Akademi Militer (Akmil) untuk MBD kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI Pattimura, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Agus Rohman. Dalam acara silaturahmi usai pengresmian Komando Distrik Militer (Kodim) 1511 Pulau Moa, sabtu (31/10). Dalam sambutannya […]

  • Bawaslu MBD Gelar Fasilitasi Sentra Gakkumdu Tahapan Penetapan Hasil Pemilu

    Bawaslu MBD Gelar Fasilitasi Sentra Gakkumdu Tahapan Penetapan Hasil Pemilu

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar kegiatan Fasilitasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu Tahapan Penetapan Hasil Pemilu Tahun 2024, bertempat di Kafe Koko, Kelurahan Tiakur, Sabtu (18/05/2024). Koorninator Devisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Maluku Barat Daya, Anthony Sopakua menyampaikan bahwa kalau dalam tahapan penetapan hasil pemilu itu tentu […]

  • Masyarakat Minta Buka Akses Jalan Barat Pelabuhan Kaiwatu

    Masyarakat Minta Buka Akses Jalan Barat Pelabuhan Kaiwatu

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Atas nama masyarakat minta buka akses jalan masuk sebelah barat Pelabuhan Laut Kaiwatu, kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya. Dimana ada perjanjian tertulis bersama Kantor Wilayah Pelabuhan Laut Moa saat pelepasan hibah lahan dari mata rumah Sinleli Laimiaha, mata rumah Katrily dan mata rumah Lutarkoora Tahun 2017 silam. Membuka pintu masuk pelabuhan […]

  • Bupati Noach Canangkan Pekan Imunisasi Nasional Polio

    Bupati Noach Canangkan Pekan Imunisasi Nasional Polio

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2024. Ditandai dengan pemukulan tifa dan pemberian imunisasi polio kepada anak-anak usia 0-7 tahun. Bertempat di gedung serbaguna Tiakur, Selasa (23/07/2024). Bupati Noach mengatakan bahwa imunisasi polio ini harus digerakan oleh semua sektor […]

expand_less