Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Sumur Bor TMMD di Moain Hampir Rampung

    Pembangunan Sumur Bor TMMD di Moain Hampir Rampung

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Sumur Bor yang dikerjakan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa Moain Hampir Rampung, Warga Segera Nikmati Akses Air BersihPembangunan sumur bor dalam program TMMD Moain kini hampir rampung. Hal ini terlihat saat dilakukan kunjungan peninjauan langsung Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD, Ibnu Subroto bersama rombongan ke ke lokasi pengerjaan, Rabu […]

  • BKP-BTR Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat

    BKP-BTR Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) turut merayakan Idul Adha hari ini bersama masyarakat. Kegiatannya berupa penyerahan sejumlah hewan qurban oleh General Manager, Barend Knoetze kepada panitia qurban Masjid Miftahul Khoir di Desa Lurang, Wetar Utara, dihadapan warga yang usai sholat ied. Hewan qurban yang diserahkan terdiri dari dua ekor sapi dari BKP-BTR, […]

  • Pangdam XV Pattimura Apresiasi Sinergitas Bumi Kalwedo

    Pangdam XV Pattimura Apresiasi Sinergitas Bumi Kalwedo

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Panglima Kodam (Pangdam) XV Pattimura, Mayjen TNI, Syafrial PSC, Tr.Han menilai sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama TNI, Polri, Kejari dan masyarakat di bumi bertajuk Kalwedo ini berjalan dengan baik. Apresiasi ini diberikan sebagai wujud dari pelaksanaan pesta demokrasi Tanggal 14 Februari 2024 lalu, kata Pangdam XV Pattimura saat […]

  • Pengawasan Melekat Bawaslu MBD Hingga Pendaftaran Ditutup

    Pengawasan Melekat Bawaslu MBD Hingga Pendaftaran Ditutup

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terus melakukan pengawasan secara melekat terhadap seluruh tahapan proses pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten MBD. Selama 3 hari sejak tanggal 27-29 Agustus 2024, dan resmi ditutup, Kamis (29/08/2024) pada pukul 23.59 WIT. Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten MBD, Marthinus Kerlely didampingi […]

  • Narasi Akun Palsu, Sesat dan Menyesatkan Publik

    Narasi Akun Palsu, Sesat dan Menyesatkan Publik

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Postingan akun facebook paslu ataupun juga akun asli yang dikendalikan orang lain dan selalu tampil dengan narasi yang berbaur isu yang sesat dan menyesatkan publik, seperti akun Nyong Wetang dan ada beberapa  akun seperti yang biasa kita lihat pada umumnya di media sosial. Makanya tidak heran jika kadang apa yang diucapkan seseorang […]

  • Investasi Pembangunan SR MBD Diperkirakan Capai 250 Miliar

    Investasi Pembangunan SR MBD Diperkirakan Capai 250 Miliar

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mendapatkan perhatian serius dalam sektor pendidikan melalui investasi pembangunan Sekolah Rakyat yang mencapai Rp250 miliar. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Hal ini disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda […]

expand_less