Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » “Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

“Kerbau” Cari makan Sendiri-sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan : Vecky Kufla

Pola dan kebiasaan hidup masyarakat diseluruh wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat. “Potong di kuku rasa di daging”, ini yang disebut dengan Nyoli, Snyoli dan Honoli. Hubungan baik orang basudara “Ale Rasa, Beta Rasa”, saling mencukupi diantara satu sama lain ketika menyelesaikan sebuah masalah.

Pola dan kebiasaan ini mampu unggul di luar wilayah MBD, sehingga menempatkannya pada tataran nominasi dan menjadi konsumsi mereka yang ada diluar Nusa Kalwedo. Menjadikan tradisi, budaya dan adat-istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”, jadi buah bibir sekaligus teladan bagi wilayah-wilayah yang saling berdampingan dengannya.

Realitas dari pola dan kebiasaan hidup masyarakat di wilayah MBD, pada satu sisi memberikan nilai yang sangat positif karena nilai-nilai tradisinya. Menjadikan realitas ini sebuah referensi utama dan sangat penting sebagai fungsi pada aras praksis. Namun pada sisi lain dapat saja memberikan peluang untuk terbuka sesuatu yang negatif.

Inilah yang ditakuti kalaupun dampak dari perubahan zaman sehingga terjadi peradaban, yang mampu mengikis semua nilai-nilai dari “Nyoli, Snyoli dan Honoli”. Nilai-nilai luhur ini telah diwariskan turun temurun dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang (pendahulu). Herannya, pendidikan era itu tidak lebih baik dari pendidikan hari ini.

Tetapi pola dan kebiasaan itu diadopsi anak cucu hingga kini. Kalaupun realitas itu seperti ini tentu terdapat nilai positifnya. Namun pada sisi lainnya, jika dibandingkan di era sekarang semua wajib mengeyam pendidikan yang layak. Artinya, pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Mestinya memberikan sumbangsi yang jauh lebih baik dari leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang zaman dahulu.

Ternyata realitas yang terjadi zaman ini malah terbalik. Berpendidikan tinggi namun tidak dapat menambah dan memperbaharui nilai-nilai positif tradisi yang telah dibuat. Tetapi pada kenyataannya memberikan ruang yang terbuka untuk nilai-nilai negatif, terhadap pola dan kebiasaan hidup yang tercermin dalam tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli”.

Nilai positif dan negatif dalam kebiasaan hidup yang tercermin pada tradisi budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” terpola juga dalam gambaran hidup kawanan ternak kerbau peliharaan masyarakat pulau Moa. Sejenak kembali pada suasana sebelum pembangunan kabupaten, Ketika ibukota belum diisi dengan pembangunan.

Manakala Tiakur adalah sebuah wujud kubangan kawanan ternak kerbau. Dimana ketika siang hari keluar mencari makan secara bersama, mandi bersama dalam sebuah kelompok keluarga yang utuh dan harmonis. Saat malam menjelang kawanan kelompok ternak kerbau kembali menggambarkan kebersamaan keperaduannya.

Tetapi semuanya sirna dimakan usia waktu ketika kubangan itu berubah menjadi sebuah kota yang indah nan memukau. Aktivitas terfokus pada tempat itu, maka pembangunan dan bisingnya kota mengusik dan menggeserkan kawanan ternak kerbau.

Kaget diusik oleh pembangunan dan bisingnya kota, kawanan ternak kerbau itu berlarian keluar mencari kubangan yang baru sebagai tempat hidup. Ketika keluar mereka (Kawanan Ternak Kerbau) saling berebutan dan bergesek satu sama lainnya, seakan berlomba dalam sebuah persaingan yang ketat. Demi mendapatkan tempat terbaik untuk sebuah keberlangsungan kehidupan.

Pastinya dalam perebutan dan pergesekan untuk mendapatkan tempat terbaik ada realita yang perlu diceritakan bahwa yang lemah akan jatuh tertindas, kuat akan keluar mencari makan sendiri-sendiri. Hidup juga kini berubah, tidak seperti dulu lagi. Sebab seiiring juga dengan perubahan wilayah dan pola berpikir sehingga ada perubahan dalam realitas hidup.

Cerita kawanan ternak kerbau ini, memperlihatkan kepada kita akan relaitas hidup dari perubahan zaman. Mampu mengikis nilai-nilai positif tradisi, budaya dan adat istiadat “Nyoli, Snyoli dan Honoli” yang telah dibuat leluhur, datuk-datuk dan moyang-moyang. Semoga cerita ini akan membawa masyarakat untuk terus menjaga, merawat dan memupuk nilai-nilai positif tradisi di MBD. Sehingga membawa rakyat MBD kepada pembangunan yang sesungguhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati MBD Terima Penghargaan MKK BKKBN RI

    Bupati MBD Terima Penghargaan MKK BKKBN RI

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sumsel, EXPO MBD Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, ST bersama Ketua TP PKK Maluku Barat Daya Ny. Rely Noach mengikuti Rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 dan terpilih menjadi penerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, […]

  • 15 Ribu Barang Kedaluwarsa Hasil Temuan Operasi Pasar Dimusnahkan

    15 Ribu Barang Kedaluwarsa Hasil Temuan Operasi Pasar Dimusnahkan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Sebanyak 15 ribu barang kedaluwarsa hasil temuan operasi pasar dimusnahkan di Markas Kepolisian Resor (Polres) Maluku Barat Daya (MBD), Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari peredaran produk yang tidak layak konsumsi. Barang-barang yang dimusnahkan terdiri dari berbagai jenis produk kebutuhan masyarakat […]

  • Noach, Hadiah Turnamen Bupati Cup Naik

    Noach, Hadiah Turnamen Bupati Cup Naik

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Turnamen Bola Voli Bupati Cup II resmi digelar oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-16 MBD dan HUT Ke-79 Republik Indonesia. Berlangsung di lapangan bola voli Tiakur, Selasa (9/7/2024). Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketika turnamen dilaksanakan dengan aman, tenang […]

  • Raih Sekolah Adiwiyata, SDN Tiakur Siap Bersaing di Maluku

    Raih Sekolah Adiwiyata, SDN Tiakur Siap Bersaing di Maluku

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tiakur, kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) setelah meraih juara I penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten MBD tahun 2022, bertekat untuk menyiapkan diri bersaing pada perlombaan tingkat Provinsi Maluku nantinya. Melahirkan program meningkatkan mutu berbasis Perilaku Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Hal ini disampaikan Kepala Sekolah […]

  • Harapan Wabup Kilikily Pada Siklas GPM Pp. Babar Barat

    Harapan Wabup Kilikily Pada Siklas GPM Pp. Babar Barat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Sidang Ke-74 Klasis GPM Pulau-pulau (Pp) Babar Barat berlangsung penuh semangat kebersamaan. Wakil Bupati (Wabup) Maluku Barat Daya (MBD), Agustinus Lekwarday Kilikily menyampaikan persidangan merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi, sehingga tidak dimaknai sebagai rutinitas seremonial. Bertempat di Jemaat  GPM Letsiara, Minggu (22/03/2026). Ia mengatakan, gereja tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga […]

  • Edukasi Perumdam MBD Soal Bayar Rekening Air

    Edukasi Perumdam MBD Soal Bayar Rekening Air

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pada semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum, baik itu Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) maupun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menggunakan alat ukur untuk pemakaian rekening air bagi masyarakat pelanggan hanya satu yakni Water Meter. Dipasang untuk menghitung kubikasi pemakaian air. Hal ini disampaikan Direktur Perumdam Tirta Kalwedo Kabupaten […]

expand_less