Direktur Perumdam Minta Maaf Pasokan Air Terganggu, Genjot Inovasi Jaringan
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 177
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo Kabupaten Maluku Barat Daya, Adam A. Lewier Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026) menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat pelanggan atas gangguan dan belum maksimalnya pelayanan pasokan air bersih belakangan ini.
Adam Lewier menegaskan bahwa kendala terganggunya distribusi air tersebut bukan disebabkan oleh unsur kesengajaan maupun penurunan debit air baku, melainkan dipicu oleh serangkaian kendala teknis dan dinamika lapangan.
”Jujur kami mengakui bahwa akhir-akhir ini pelayanan kami kurang maksimal. Namun, hal itu bukan disengaja atau pengaruh penurunan debit air, tidak sama sekali,” ungkapnya.
Dampak Pemadaman Listrik dan Tantangan Geografis
Menurutnya, pemadaman aliran listrik PLN akibat pemeliharaan jaringan menjadi salah satu pemicu utama. Meski pada siang hari operasional pendorongan air terbantu oleh pasokan tenaga surya (solar cell), tantangan berat muncul saat pemadaman terjadi di malam hari karena Perumdam belum memiliki genset darurat (emergency).
”Kalau di siang hari ada pemadaman, berdampaknya tidak terlalu besar karena kita dilengkapi tenaga solar cell. Namun jika pemadaman terjadi di malam hari, ini yang sangat mempengaruhi pelayanan karena kami belum dilengkapi genset emergency. Jika pemadaman berlangsung lebih dari satu jam, kami terpaksa harus kerja ekstra untuk menormalisasi tekanan air kembali,” bebernya.
Tak hanya persoalan daya listrik, kondisi geografis wilayah yang datar dengan jangkauan wilayah pelayanan seperti ke titik terjauh di Desa Wakarleli, turut menambah daftar tantangan.
Jaringan pipa distribusi yang saling terhubung dari kawasan awal hingga pemukiman pertengahan relatif kecil, membuat proses pengaliran air butuh waktu cukup lama untuk tiba di daerah paling ujung, terlebih di tengah lonjakan konsumsi air warga saat musim kemarau.
Inovasi Terobosan dan Solusi Jangka Panjang
Menyikapi keluhan pelanggan, pihak Perumdam Tirta Kalwedo tidak tinggal diam. Ia menjelaskan bahwa tim teknisi saat ini tengah melakukan langkah inovasi di lapangan dengan memodifikasi sistem jaringan distribusi menjadi jaringan transmisi sebagai bentuk uji coba percepatan penstabilan tekanan air.
Selain langkah darurat tersebut, solusi permanen juga telah dirancang. Hasil pembahasan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten MBD dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku memastikan adanya pembenahan infrastruktur besar-besaran yang siap dieksekusi mulai tahun depan.
”Desain awal kita dulu menggunakan pipa ukuran 4 inci ke bawah, sementara pemukiman dan pelanggan terus bertambah. Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak PU dan Balai. Tahun depan akan dilakukan peremajaan pipa eksisting mengganti ke diameter yang lebih besar, pergantian pompa, hingga pemasangan genset emergency,” jelasnya.
Mengakhiri keterangannya dalam sesi wawancara tersebut, Ia kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap bersabar selama proses perbaikan teknis berjalan.
”Di hari ini pun saat kami berbicara, teknisi kami sedang bekerja melakukan inovasi di lapangan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan memohon masyarakat untuk tetap bersabar. Kami akan terus mengupayakan seluruh potensi yang ada demi menormalisasi pelayanan air bersih ini,” pungkasnya. (exp01)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar