Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Rahakbauw : RS Pratama Letwurung Belum Terdaftar di Kemenkes

Rahakbauw : RS Pratama Letwurung Belum Terdaftar di Kemenkes

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiakur, EXPO MBD

Keberadaan Rumah Sakit (RS) Pratama Letwurung Kecamatan Babar Timur yang dibangun pada Tahun 2017 silam hingga saat ini belum dapat digunakan karena saat ini RS tersebut belum terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Marthen Rahakbauw, AMK, ketika dikonfirmasi wartawan media ini di ruang kerjanya, Sabtu (22/01).

“Terkait dengan informasi yang beredar melalui media sosial tentang RS Pratama Letwurung di MBD yang belum difungsikan hingga saat ini, maka kami perlu memberikan klarifikasi dan tanggapan, sehingga tidak menjadi perdebatan ditengah-tengah masyarakat”, jelasnya.

Rahakbauw mengungkapkan, perlu diketahui bersama bahwa pada tahun 2017, Rumah Sakit Pratama Letwurung tidak disetujui oleh Kemenkes sehingga tidak tertuang dalam Berita Acara Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi, Dinas Kesehatan Kab. MBD Tahun 2017.

Hasil desk DAK Tahun 2017, Kemenkes menyetujui kegiatan fisik yakni Pembangunan Puskesmas DTPK (Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan) yang ada di MBD sesuai dengan usulan rencana kegiatan yakni Puskesmas Serwaru, Ustutun (P. Lirang), Puskesmas Marsela, Puskesmas Wonreli, Puskesmas Ilwaki dan Puskesmas Lelang.

Lebih lanjut Ia mengatakan, anggaran yang disetujui untuk Pembagunan 6 Puskesmas DTPK tersebut kemudian dialihkan pimpinan daerah saat itu , untuk membangun RS Pratama Letwurung tanpa ada koordinasi dengan Kemenkes.

“Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan atau sejenisnya tentang petunjuk teknis penggunaan dana DAK, mengatur bahwa bilamana Pemerintah Daerah ingin untuk merubah rencana kegiatan/Menu yang telah disetujui oleh Kemenkes maka, Pemerintah Daerah wajib menyertakan beberapa dokumen”, ungkapnya.

Rahabauw menjelaskan, apabila ada perubahan rencana kegiatan maka perlu disampaikan Surat usulan perubahan yang ditandatangani oleh Kepala Daerah, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), Surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi bagi kabupaten, Telaah usulan perubahan dari Kepala dinas Kesehatan dan data pendukung lainya.

Kebijakan merubah alokasi dana dari 6 puskesmas tersebut dengan sebagian dananya diperuntukan untuk membangun rumah sakit Pratama Letwurung dengan tidak mengajukan persyaratan sesuai dengan point diatas maka hal ini tentunya melanggar aturan yang ditetapkan Kemenkes.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya agar RS Pratama Letwurung dapat dioperasikan. Misalnya dengan mengusulkan penerimaan formasi tenaga kesehatan (Nakes) seleksi CPNS Tahun 2019 baik itu dokter, apoteker, perawat dan bidan untuk ditempatkan di RS Pratama Letwurung. Namun para Nakes yang lulus seleksi tersebut kemudian ditempatkan di RSUD Tiakur karena RS Pratama Letwurung belum memiliki dasar hukum pengoperasiannya.

Selain itu, Pemda MBD sudah mengusulkan anggaran untuk Peralatan Kesehatan (Alkes) dan Meubeleir serta sarana dan prasarana lain yang mendukung operasional RS Pratama Letwurung namun tidak bisa dilakukan karena tidak terintegrasi dalam data Kemenkes.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Pemda MBD juga sudah berupaya agar RS Pratama Letwurung dapat dilakukan registrasi di Kemenkes sehingga dapat difungsikan, namun, Kemenkes hingga saat ini tidak menyetujui untuk dilakukan registrasi.

Ia menambahkan terdapat sejumlah upaya yang sudah melakukan untuk pengoperasian RS Pratama Letwurung dan itu membuktikan bahwa Pemda MBD tidak menelantarkan rumah sakit tersebut.

“Perlu dipertegas bahwa Pemda MBD saat ini telah berupaya agar RS Pratama Letwurung dapat difungsikan namun terkendala, karena tidak pernah terdaftar pada Kemenkes sehingga tidak akui sebagai Unit Kesehatan berskala Rumah Sakit”, ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dapat meninjau kembali keputusan yang sudah diambil sehingga suatu saat rumah sakit yang sudah dibangun dapat digunakan sebagai mestinya. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Kilikily Lepas Peserta Jalan Santai Hari Amal Bhakti

    Wabup Kilikily Lepas Peserta Jalan Santai Hari Amal Bhakti

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Wakil Bupati (Wabup) Maluku Barat Daya (MBD), Agustinus Lekwarday Kilikily melepas peserta jalan santai, dalam rangka menyongsong Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-79. Dengan Tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas”. Kamis (02/01/2025). Jalan santai pagi itu start dari depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten MBD hingga kantor Bupati MBD. Diikuti […]

  • Penangkapan dan Penahanan Kim Markus Cs Sesuai Prosedur

    Penangkapan dan Penahanan Kim Markus Cs Sesuai Prosedur

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Penangkapan dan penahanan Kim Markus Cs oleh Polres Maluku Barat Daya yang di beckup penuh oleh Ditkrimum Polda Maluku, terlapor kasus tindak pidana kekerasan bersama dengan korban Philipus Augustein sesuai prosedur. Pada, Minggu (05/02/2023) sekira pukul 21.00 WIT di kawasan Suli Banda Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim […]

  • Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

    Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu). Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini […]

  • Kejaksaan Negeri MBD Laksanakan Giat Restorasi Justice

    Kejaksaan Negeri MBD Laksanakan Giat Restorasi Justice

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kaiwatu, EXPO MBD Tepatnya pada Rabu, 23 Maret 2022 bertempat di Balai Desa Desa Kaiwatu, Kecamatan Moa, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Kejaksaan Negeri MBD melaksanakan kegiatan Penerangan Hukum mengenai Restorative Justice. Kegiatan Penerangan Hukum tersebut dihadiri oleh Prasetya Djati Nugraha, SH (Kepala Seksi Tindak Pidana Umum), Henry Elenmoris Tewernussa, SH (Kepala Seksi Intelijen), Farids […]

  • TMMD Ke-128 Kodim Moa Bangun 5 Titik Sumber Air

    TMMD Ke-128 Kodim Moa Bangun 5 Titik Sumber Air

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana air bersih wilayah kepulauan. Kali ini membangun 5 titik sumber air yang diperuntukkan bagi masyarakat di Desa Moain, Desa Kiera, dan Desa Tounwawan. Hal ini disampaikan Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Infanteri, Nuriman […]

  • Kapal Karam, Jadi Ancaman Biota Laut dan Masyarakat Damer

    Kapal Karam, Jadi Ancaman Biota Laut dan Masyarakat Damer

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Damer, EXPO MBD Terhitung sudah kurang lebih 2 bulan lalu sejak sabtu (29/08), Kapal Motor (KM) Lestari Permai III karam di desa Batumerah, kecamatan Damer, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Sejauh ini tidak ada keseriusan dari pihak kapal maupun pemerintah dalam penanganannya. Kini menjadi ancaman bagi biota laut dan kehidupan masyarakat pulau Damer khususnya desa […]

expand_less