Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deklarasi Relawan “Beta MBD” Lanjut 2 Periode

    Deklarasi Relawan “Beta MBD” Lanjut 2 Periode

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Relawan “Beta MBD” mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Calon Bupati, Benyamin Thomas Noach dan Calon Wakil Bupati, Agustinus Lekwarday Kilikily. Pasangan ini adalah Bupati dan Wakil Bupati Maluku Barat Daya untuk kembali berjuang melanjutkan pembangunan 2 periode pada pemilihan kepala daerah november 2024 mendatang. Deklarasi ini berlangsung di Sekretariat Relawan “Beta MBD” Desa […]

  • Penerangan Hukum Kejari MBD, Langkah Perumdam Cegah Korupsi

    Penerangan Hukum Kejari MBD, Langkah Perumdam Cegah Korupsi

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Upaya mewujudkan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah yang bersih dan bebas korupsi terus diperkuat di Kabupaten Maluku Barat Daya. Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya memberikan penerangan hukum terkait Pengelolaan BUMD Bebas Korupsi kepada jajaran Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kalwedo Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini menjadi […]

  • Pjs. Bupati MBD Pimpin Apel Perdana Netralitas ASN

    Pjs. Bupati MBD Pimpin Apel Perdana Netralitas ASN

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pjs. Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Melkias Mozes Lohy mengawali tugas dan tanggungjawab dengan memimpin apel Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehubungan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tanggal 27 November 2024 mendatang. Bertempat di halaman kantor Bupati MBD, Senin (30/09/2024). Pada […]

  • Bupati MBD Terima Penghargaan MKK BKKBN RI

    Bupati MBD Terima Penghargaan MKK BKKBN RI

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sumsel, EXPO MBD Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, ST bersama Ketua TP PKK Maluku Barat Daya Ny. Rely Noach mengikuti Rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 dan terpilih menjadi penerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, […]

  • Pasien Positif Covid-19 MBD Tersisa 1 Orang

    Pasien Positif Covid-19 MBD Tersisa 1 Orang

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), berkurang lagi sehingga tersisa 1 orang. Pasien tersebut merupakan kasus pertama, berjenis kelamin perempuan dibawah usia 17 tahun. Pasien ini kemudian dipindahkan dari mess pemda untuk menjalani perawatan dan karantina di perumahan dokter, sehingga tidak mengganggu psikologinya untuk proses penyembuhan. Hal ini […]

  • Pj. Sekda MBD Buka Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

    Pj. Sekda MBD Buka Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Drs. Daud Reimialy resmi membuka simulasi pemungutan dan perhitungan suara pada Pemilu Tahun 2024, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) MBD. Simulasi ini menggambarkan keadaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat Pemilihan Tanggal 14 Februari 2024. Bertempat di aula kelurahan Tiakur, Kamis (01/02/2024). […]

expand_less