Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen MTQ MBD Rencana Tiba Minggu di KKT

    Kontingen MTQ MBD Rencana Tiba Minggu di KKT

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach, ST resmi melepaskan 48 kontingen Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupten MBD, mengikuti MTQ Ke XXIX tingkat Provinsi Maluku tahun 2022 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KTT). Kontingen berangkat menggunakan kapal laut, KM. Pangorango dan rencana akan tiba di Saumlaki ibukota KKT, Minggu (13/03/2022). Pelepasan […]

  • PCPS GMKI Tiakur Kunjungi Anak Sakit 14 Tahun

    PCPS GMKI Tiakur Kunjungi Anak Sakit 14 Tahun

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kaiwatu, EXPO MBD Dalam rangkaian momentum Perayaan HUT Ke-87 Gereja Protestan Maluku, Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Cabang Tiakur kembali melakukan aksi kemanusiaan. Kegiatan yang dilakukan ialah datang dan mengunjungi salah seorang anak yang mengalami penderitaan sakit selama 14 tahun terakhir. Sekretaris PCPS GMKI Cabang Tiakur, Jefry R. Rehiraky, A.Md dalam keterangannya dijelaskan bahwa […]

  • Bupati Noach Canangkan Pekan Imunisasi Nasional Polio

    Bupati Noach Canangkan Pekan Imunisasi Nasional Polio

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2024. Ditandai dengan pemukulan tifa dan pemberian imunisasi polio kepada anak-anak usia 0-7 tahun. Bertempat di gedung serbaguna Tiakur, Selasa (23/07/2024). Bupati Noach mengatakan bahwa imunisasi polio ini harus digerakan oleh semua sektor […]

  • Lohy Ingatkan 3 Hal Jelang Tes CASN PPPK

    Lohy Ingatkan 3 Hal Jelang Tes CASN PPPK

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melakukan persiapan menjelang pelaksanaan tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bina mental spiritual dengan pelaksanaan ibadah bersama tenaga non ASN. Bertempat di gedung serbaguna Tiakur, Rabu (23/10/2024). Penjabat Sementara Bupati MBD, Melky Lohy dalam sambutannya mengawali ibadah bersama tenaga non […]

  • PDAM MBD Launching Payment Rekening Digital

    PDAM MBD Launching Payment Rekening Digital

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kalwedo Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Melaunching pembayaran (Payment) rekening air  melalui sistem digital. Sebuah inovasi terbaru untuk masyarakat pelanggan, dimana dari pembayaran secara manual menjadi pembayaran secara digital. Hal ini disampaikan Prima dari perusahaan Bima Sakti Altera (BSA) yang bekerjasama dengan pihak PDAM Tirta Kalwedo […]

  • Kades Rotnama Beri Beasiswa Bagi Mahasiswa

    Kades Rotnama Beri Beasiswa Bagi Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Berbagai fasilitas untuk menunjang pendidikan pada jenjang perguruan tinggi telah dilakukan oleh Program Study Diluar Utama (PSDKU) Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku Barat Daya (MBD). Dimana, dalam memberikan bantuan beasiswa dan sarana belajar kepada mahasiswa. Salah satunya juga ada beasiswa kepada mahasiswa dari Kepala Desa (Kades) Rotnama, Kecamatan Mdona Hyera. Hal ini disampaikan […]

expand_less