Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang HUT Ke-76, Persit Kodim Moa Gelar Beragam Lomba

    Jelang HUT Ke-76, Persit Kodim Moa Gelar Beragam Lomba

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana Cabang XXIX Kodim 1511/Pulau Moa menggelar lomba Fashion Show, lomba nyanyi duet dan lomba memasak. Memberikan kontribusi positif mencari bibit, dengan tujuan ketika ada kunjungan komando ke Kodim Moa semuanya dapat ditampilkan. Hal ini disampaikan Ketua Persit KCK Cabang […]

  • Wabup Kilikily Buka Festival Budaya Riuk Raya Moa

    Wabup Kilikily Buka Festival Budaya Riuk Raya Moa

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Agustinus Lekwarday Kilikily membuka festival kebudayaan Riuk Raya Moa, sebagai rangkaian pembelajaran pemberdayaan masyarakat oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM). Bertempat di desa Nyama, Kecamatan Moa, Kabupaten MBD, Sabtu (25/01/2025). Menurut Wabup Kilikily, Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan dari […]

  • Bawa Harapan Baru, TMMD Atasi Kesulitan Peternak Poliwu

    Bawa Harapan Baru, TMMD Atasi Kesulitan Peternak Poliwu

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Program TMMD ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1511/Pulau Moa membawa harapan baru bagi para peternak di Desa Persiapan Poliwu, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Selama bertahun-tahun, para peternak kerbau, kuda, dan sapi di wilayah tersebut harus menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan sumber air minum bagi ternak. Kondisi ini kerap […]

  • BKP-BTR Kirim 25 Anggota Satpam Ikut Pelatihan

    BKP-BTR Kirim 25 Anggota Satpam Ikut Pelatihan

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) mengirim sebanyak 25 anggota Satuan Pengamanan (Satpam), untuk mengikuti pelatihan anggota Satpam PT. Amboina Jaya Mandiri (AJM) angkatan XXI gelombang VI tahun 2021. Wakapolres MBD, Kompol Hendrik A. Rumsory membuka kegiatan Pelatihan ini di penginapan Michelle Celline Kaiwatu, Selasa (16/11). Kegiatan pelatihan anggota Satpam […]

  • Redistribusi Guru Jadi Solusi, Semua Pihak Diminta Tetap Bijak

    Redistribusi Guru Jadi Solusi, Semua Pihak Diminta Tetap Bijak

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Rencana penarikan seluruh guru Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai pemerintah dari sekolah-sekolah swasta dan yayasan perlu disikapi secara bijaksana oleh semua pihak. Dalam menghadapi kebijakan tersebut, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan yayasan agar tidak berdampak buruk bagi pendidikan, khususnya bagi ribuan siswa yang saat ini bersekolah […]

  • Dinas Perikanan MBD Sosialisasi Website SiPEDAS

    Dinas Perikanan MBD Sosialisasi Website SiPEDAS

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya melalui Dinas Perikanan melaksanakan sosialisasi  penerapan website SiPEDAS (Sistem Informasi Penguatan Daya Saing Perikanan). Implementasi aksi perubahan oleh reformer Ronny Rupilu NDH : 09. Bertempat di aula kelurahan Tiakur, Kamis (04/09/2025). Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten MBD, Charles Ketiaru dalam sambutannya menyampaikan Sektor perikanan merupakan salah satu sektor […]

expand_less