Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kreatif Muda Tiakur Buka Open Turnamen Catur

    Kreatif Muda Tiakur Buka Open Turnamen Catur

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kreatif Muda Tiakur bekerjasama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) membuka Open Turnamen Catur yang diselenggarakan di Rumah Makan Lekday, Sabtu (19/08/2023) pukul 11.00 WIT waktu setempat hingga selesai. Hal ini disampaikan Ketua PERCASI Kabupaten Maluku Barat Daya Semuel. S. F. Rupilu saat ditemui wartawan media ini […]

  • Lindungi Kesehatan, Bawaslu dan Dinkes MBD Teken Nota Kesepahaman

    Lindungi Kesehatan, Bawaslu dan Dinkes MBD Teken Nota Kesepahaman

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Menindaklanjuti kerjasama yang telah dibuat oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). Maka Bawaslu kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), melakukan penandatanganan nota kesepahaman dukungan pemeriksaan kesehatan bagi semua jajarannya bersama Dinas Kesehatan kabupaten MBD, rabu (12/08). Bertempat di ruang kerja Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten MBD, penandatanganan […]

  • Bawaslu MBD Lantik dan Rapid Test 199 PTPS

    Bawaslu MBD Lantik dan Rapid Test 199 PTPS

    • calendar_month Rabu, 25 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), telah resmi melantik 199 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan dilakukan rapid test. Karena persoalan pandemik dunia Covid-19, bencana non alam. Maka akan dilakukan rapid test kedua tanggal 03 desember 2020, secara serentak untuk 447 pengawas. Mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat […]

  • BKP-BTR Serahkan Bantuan Pemulihan Pasca Gempa Damer

    BKP-BTR Serahkan Bantuan Pemulihan Pasca Gempa Damer

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), menyerahkan bantuan dana pemulihan  pasca gempa pulau Damer pada bulan Desember 2021 lalu. Gempa bumi dengan kekuatan 5 SR terjadi beberapa kali menyebabkan kerusakan. Bantuan yang diberikan untuk pemulihan berupa uang tunai sebesar Rp. 40 juta. Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Dua orang […]

  • Dampak Covid-19, MBD “Galau” Capai Target PAD

    Dampak Covid-19, MBD “Galau” Capai Target PAD

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Lesunya perekonomian di povinsi Maluku akibat pandemi virus korona atau Covid-19 berdampak pada  kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Seperti halnya pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dalam target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akibatnya torehan pencapaian PAD yang ingin dicapai pada tahun 2020, sebesar  kurang lebih Rp. 50 Miliar dipastikan tidak akan digapai. Hal […]

  • Benyamin-Ary Inginkan MBD Sejahtera, Mandiri dan Berdaya Saing

    Benyamin-Ary Inginkan MBD Sejahtera, Mandiri dan Berdaya Saing

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Wakarlely, EXPO MBD Mimpi dari pasangan calon bupati dan wakil bupati Benyamin Thomas Noach, ST dan Drs. Agustinus Lekwarday Kilikily, M.Si dengan akronim (Benyamin-Ary) adalah kesadaran semua dalam kesulitan, kekurangan dan termiskin dari 11 kabupaten/kota yang ada di provinsi Maluku. Untuk itu Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) harus Sejahtera, Mandiri dan Berdaya Saing. Hal ini […]

expand_less