Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Open Turnamen Voli Bupati Cup III Resmi Dibuka

    Open Turnamen Voli Bupati Cup III Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Semangat kebersamaan dan sportivitas kembali menggema di Kabupaten Maluku Barat Daya. Open Turnamen Voli Bupati Cup II tingkat Kabupaten MBD resmi dibuka Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach. Suasana penuh kemeriahan, mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai tempat untuk memperebutkan gelar juara bergengsi tahun ini. Lapangan voli di pusat kota Tiakur, Minggu (03/08/2025) menjadi […]

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Karyawan BKP-BTR Lakukan Aksi Tanam Pohon

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Karyawan BKP-BTR Lakukan Aksi Tanam Pohon

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Perusahaan Tambang Tembaga Wetar (Wetar Copper Mine) memperlihakan komitmennya terhadap lingkungan hidup. Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia,pimpinan bersama sejumkah karyawannya melakukan aksi penanaman ratusan bibit pohon. Hal ini disampaikan lewat siaran pers bagian Komunikasi BKP-BTR, Sabtu (9/7). Kegiatan telah berlangsung pada lahan satu hektar di area Daerah Aliran Sungai (DAS) Lurang, […]

  • Kemendikbud Bantu SMPN Rotnama Leptop, Proyektor dan Wireless

    Kemendikbud Bantu SMPN Rotnama Leptop, Proyektor dan Wireless

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2020
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Rotnama, EXPO MBD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan sejumlah kebijakan terkait dengan Dana Operasional Sekolah (BOS) dan Program Digitalisasi Sekolah. Maka pada tahun 2020 ini Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) Rotnama, berkesempatan mendapatkan bantuan 15 unit leptop, 1 unit proyektor dan 1 unit wireless. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) […]

  • Polres Gelar Vaksin On Campus PSDKU Unpatti MBD

    Polres Gelar Vaksin On Campus PSDKU Unpatti MBD

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kepolisian Resort (Polres) Maluku Barat Daya (MBD) kembali menggelar pelaksanaan kegiatan Vaksin Presisi On Campus tahun 2021, pada Program Study Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura MBD di Tiakur. Pelaksanaannya terselenggara berkat kerjasama Pemerintah Daerah (pemda) kabupaten MBD, Polres MBD, PSDKU Unpatti MBD, GMNI dan GMKI. Kapolres MBD, AKBP. Dwi Bacthiar Rifai, […]

  • Kadis Japeky, Calistung Bukan Prasyarat Masuk SD

    Kadis Japeky, Calistung Bukan Prasyarat Masuk SD

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Tes kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) tidak boleh jadi syarat masuk anak ke Sekolah Dasar (SD) karena bertentangan dengan Surat Edaran Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Nomor 0759/C/HK.04.01/2023 tentang Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) Kelas Awal. Hal ini ditegaskan […]

  • GPM Komitmen Pertahankan YPPK Sebagai Identitas dan Jati Diri

    GPM Komitmen Pertahankan YPPK Sebagai Identitas dan Jati Diri

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Wujud eksistensi mempertahankan sekolah Kristen yakni Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J. B. Sitanala sebagai identitas dan jati diri, bukan dalam prespektif negatif. Artinya Gereja Protestan Maluku (GMP) besar tetapi tanggungjawab kemasyarakatan, kebangsaan dan mendidik tidak ada. Dimana ada nilai positif untuk menjaga eksistensi kekristenan yang berkualitas, dengan niat kesungguhan dalam […]

expand_less