Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hercules Itu “Preman” Kemanusiaan

    Hercules Itu “Preman” Kemanusiaan

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kehadiran Hercules Rosario Marshal alias Hercules di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), bukan “preman” berkonotasi negatif tanah abang mendampingi pasangan Nikolas Johan kilikily dan Desianus Orno dengan akronim “Kalwedo”. Tetapi “preman” berkonotasi positif yang bergerak di dalam bidang kemanusiaan. “Preman” yang membantu orang miskin, membela kebenaran dan melawan kejahatan. Hal ini disampaikan […]

  • KPU MBD Gelar FGD Evaluasi Penyelenggaraan Tahapan Pemilu

    KPU MBD Gelar FGD Evaluasi Penyelenggaraan Tahapan Pemilu

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi atas Penyelenggaraan Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024. Bertempat di aula penginapan Golden Nusantara Tiakur, Kamis (20/02/2025). Hadir dalam kegiatan FGD tersebut Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. KPU Kabupaten MBD juga menghadirkan mantan […]

  • Yamluli Sukses Tahbiskan Pastori dan Sidang Klasis Lemola

    Yamluli Sukses Tahbiskan Pastori dan Sidang Klasis Lemola

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Lakor, EXPO MBD Momen iman sebagai pelajaran berharga budaya sorong bahu dari gereja. Tercermin juga dari Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Yamluli yang dikenal dengan Negeri Simehi, sukses tahbiskan pastori dan jadi tuan dan nyonya rumah pelaksanaan sidang ke-38 Klasis Leti Moa Lakor (Lemola). Walaupun dengan potensi jemaat yang relatif kecil sekalipun. Hal ini disampaikan […]

  • Community Cargo BKP-BTR Bantu Masyarakat Lingkar Tambang

    Community Cargo BKP-BTR Bantu Masyarakat Lingkar Tambang

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Lurang, EXPO MBD Program Community Cargo PT. Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) perusahaan penambangan tembaga katoda, yang berlokasi dekat desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Membantu layanan secara gratis kepada masyarakat lingkar tambang, dengan menyediakan satu container berukuran 20 feet. Hal ini disampaikan oleh Dino Musida humas PT. […]

  • Gerakan Aksi Bergizi, 569 Putri MBD Terima TTD

    Gerakan Aksi Bergizi, 569 Putri MBD Terima TTD

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), melalui Dinas Kesehatan Kabupaten MBD menggelar gerakan aksi bergizi. Menyongsong Hari Sumpah Pemuda ke-94 dan Hari Kesehatan ke-54, di halaman kantor Bupati MBD, Rabu (26/10/2022). Senam pagi bersama, sarapan pagi kemudian diikuti dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi 569 remaja putri. Berasal dari SMP Negeri […]

  • Ketum GMKI dan Bupati MBD Tandatangani Prasasti Keberagaman

    Ketum GMKI dan Bupati MBD Tandatangani Prasasti Keberagaman

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Jefri Edi Irawan Gultom dan Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach menandatangani prasasti Interfaith Conference “Keberagaman Agama Adalah Kekayaan Dunia” di Tugu Kaki Dian kelurahan Tiakur, kabupaten MBD, Sabtu (18/12). Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach mengatakan kalau pemerintah daerah dan […]

expand_less