Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

Mengukur Kadar Simbol Kalwedo di Lingkaran Kebijakan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya menulis thema ini setelah membuka kembali catatan-catatan saya yang dulu, kala itu wilayah Maluku Barat Daya masih bersama dengan Kabupaten induknya Maluku Tenggara Barat dengan dua slogan besar yaitu Kidabela-Kalwedo. Kidabela menceritakan gugusan pulau-pulau Yamdena dan Selaru sementara Kalwedo menceritakan tentang gugus selatan daya (sebutan waktu itu).

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Peristiwa politik kemudian membagi dua wilayah ini sebagaimana sebutan Kidabela-Kalwedo itu. Kalwedo dipisahkan secara politik menjadi pemerintahan yang baru dan meninggalkan induknya Kidabela.

Sebagai putera Maluku Barat Daya (Damer-Lakor), setidaknya secara sederhana dapat saya pahami karena kuatnya keinginan memisahkan diri dengan alasan kesejahteraan, maka kedua wilayah ini terpisah dan Simbolik Kalwedo dapat diartikan dalam dimensinya terpisah bersama Kidabela. Logikanya sederhana saja, bahwasanya selain kultur dan budaya dua wilayah ini berbeda, secara prinsip ketatanegaraan untuk  sebuah cita-cita besar kesejahteraan rakyat juga berbeda pula.

Okelah, saya tidak perlu membicarakan banyak hal soal mengapa kedua wilayah ini terpisah, tetapi barangkali ingin sekali saya mengingatkan kepada kita sekalian tentang apa makna dibalik Kalwedo itu dipakai sebagai simbol orang Maluku Barat Daya, sementara (maaf) Kata Kalwedo itu sendiri hanya berada pada beberapa gugus pulau di wilayah selatan daya dan bukan MBD secara menyeluruh. Saya hanya bisa melihatnya barangkali saat itu terlalu cepat para politisi kita ingin sesegeramungkin wilayah ini terbentuk sehingga jangan terlalu lama membahas hal-hal semacam itu. Oke lah bagi saya tidak soal.

Persoalan mendasar kita hari ini adalah, berbicara membangun Maluku Barat Daya dalam dimensi Kalwedo dan artikulasinya di ruang kebijakan publik. Harus kita sadari dan mengakui bahwa aspek sosio-kultural terabaikan selama ini karena kita gagal memahami Kalwedo itu sendiri. Padahal, hakikat lahirnya Maluku Barat Daya bukan sekedar keinginan politik membagi kekuasaan, melainkan ada panggilan leluhur untuk daerah itu. Kita lupa aspek yang satu ini sehingga Maluku Barat Daya hari ini mengalami degradasi yang begitu luar biasa dalam banyak aspek. Etika, moral dan lainnya hancur berkeping-keping hanya karena sebuah kekuasaan politik.

Jika Pemerintahan kita ini cerdas dan menginginkan adanya persatuan, bagi saya kita harus kembali mengurai benang merah Kalwedo itu sendiri. Kita harus bisa memadukan dua simbol besar untuk menata MBD, Pertama adalah Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Kalwedo sebagai Simbol Kultural. Parameternya harus bisa terukur dalam ruang kebijakan publik. Soalnya sekarang adalah kita melupakan hirarky Kalwedo di ruang-ruang kebijakan publik yang berakibat MBD mengalami degradasi nilai sosial dan budaya. Kita lebih cenderung bertarung dengan logika simbol Pancasila daripada mengedepankan asas Kalwedo sebagai simbol kultur dan budaya orang saudara.

Mohon maaf, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya jelaskan bagaimana Simbol kalwedo itu hanya sebatas simbolik saja dan kemudian menjadi alasan kekuasaan untuk mempersatukan perbedaan di Maluku Barat Daya, padahal, jika dipahami secara baik, artikulasinya bisa dalam wujud kebijakan yang menyentuh aspek kehidupan sosial orang Maluku Barat Daya termasuk ekonomi dan lainnya.

Sebagai anak kampung, saya menginginkan lembaga Legislatif harus cerdas dan berfikir inovatif untuk daerah kita. Kita jangan sekali-kali terpesona dengan kekuasaan dan lupa jati diri sebagai manusia yang lahir dari rahim budaya.

Salam Hormat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disperindagkop dan UMKM MBD Sosialisasi Program Pindah Kambar

    Disperindagkop dan UMKM MBD Sosialisasi Program Pindah Kambar

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Sosialisasi Program Peningkatan Intergrasi Database dan Akurasi untuk Pembinaan dan Pengawasan Kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten MBD (Pindah Kambar), bagi 75 Kelompok IKM di Aula Ruang Rapat Kantor Bupati MBD Selasa (13/08/2024). Pada kesempatan tersebut, […]

  • Koko Akse : Komitmen Pelayanan Publik Lewat Bantuan Nyata

    Koko Akse : Komitmen Pelayanan Publik Lewat Bantuan Nyata

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Ditengah dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, Anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Winetou Akse yang biasa disapa Koko Akse tetap hadir bagi masyarakat. Baginya, pelayanan publik bukan sekadar janji politik, tetapi kewajiban moral untuk memastikan setiap warga merasakan kehadiran secara nyata. Koko Akse kembali dengan sejumlah bantuan yakni penyerahan sond […]

  • Babinsa Wakarleli Pererat Kebersamaan Lewat Nobar Piala Dunia

    Babinsa Wakarleli Pererat Kebersamaan Lewat Nobar Piala Dunia

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Wakarleli, EXPO MBD Babinsa Koramil 1511-01/Tiakur, Serda David Lambiombir, bersama masyarakat Desa Wakarleli menggelar kegiatan nonton bareng (Nobar) pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Nobar dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Wakarleli, Marnex B. Tanda, S.Pd. Puluhan warga dari berbagai kalangan hadir untuk menyaksikan […]

  • Dua Korban Laka Laut Tiba Tiakur

    Dua Korban Laka Laut Tiba Tiakur

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD  Dua korban laka laut Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Jolor Perisos yang mengalami musibah di perairan selat Leti dari desa luang barat menuju desa nuwewang pulau Leti tiba di pelabuhan Tiakur, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/7/2024). Kedua Korban laka laut itu, Steven Ovan (17) dan Desion Kilay (40) tiba […]

  • Bupati Noach Lantik 22 Pejabat, Loyalitas Point Terbesar

    Bupati Noach Lantik 22 Pejabat, Loyalitas Point Terbesar

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach melantik 22 pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten MBD. Pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat esalon III  13 orang dan esalon IV 9 orang. Bertempat di gedung serbaguna Tiakur, Senin (18/03/2024). Menurut Bupati Noach, dalam satu organisasi promosi, demosi, rotasi dan mutasi itu hal yang wajar dan lumrah. […]

  • Bupati MBD Lantik 4 Kades Wetang, Hilangkan Pro dan Kontra

    Bupati MBD Lantik 4 Kades Wetang, Hilangkan Pro dan Kontra

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wetang, EXPO MBD Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach, ST melantik 4 (Empat) Kepala Desa (Kades) kecamatan Pulau Wetang yakni Kepala Desa Nusiata, Yosephus Anmama, Kepala Desa Rumahlewang Besar, Fredrek Rumahlewang, Kepala Desa Pota Besar, Christian Alyona dan Kepala Desa Upuhupun, Lukas Kiryoma. Tepatnya di Pusat Negeri Desa Nusiata, Jumat (04/11). Menurut Bupati […]

expand_less