RDTL Buka Kembali Jalur Dagang dengan MBD
- account_circle admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Atauro, EXPO MBD
Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) menginisiasi pembukaan kembali jalur perdagangan lintas negara dengan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, guna memperkuat ekonomi perbatasan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghidupkan kembali hubungan dagang yang telah terjalin sejak lama.
Inisiatif tersebut dibahas dalam kegiatan Atauro Weekly Export Market di Atauro, Timor-Leste, pada 16 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten MBD, pelaku usaha, serta masyarakat dari Kecamatan Wetar dan Wetar Barat yang membawa hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk diperdagangkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz, menghadiri kegiatan tersebut atas undangan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RDTL. Acara dibuka oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan RDTL, Filipus Nino Pereira, serta dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan diplomatik.
Eduard menyampaikan bahwa pembukaan kembali jalur perdagangan ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam mempererat hubungan historis dan kekerabatan masyarakat kedua wilayah. Sebelum 1999, Timor-Leste merupakan salah satu pasar bagi produk-produk asal MBD.
Dalam pertemuan bersama pemerintah Timor-Leste, kedua pihak membahas mekanisme dan persiapan teknis agar perdagangan lintas negara dapat berjalan secara resmi. Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RDTL akan berkoordinasi dengan kementerian terkait di Indonesia, sementara Pemerintah Kabupaten MBD diharapkan menyiapkan instrumen pendukung.
Sejumlah komoditas potensial yang dapat diperdagangkan meliputi hasil perikanan dan kelautan, seperti ikan, lola, teripang, dan batu laga; hasil perkebunan, seperti pala, cengkeh, kopra, jambu mete, dan madu; serta hasil peternakan, seperti sapi, kambing, babi, kerbau, dan ayam. Sopi Kisar juga menjadi salah satu komoditas yang dibahas, termasuk peluang pemanfaatannya sebagai bahan baku minuman beralkohol di Timor-Leste, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Selain perdagangan, kedua pihak menjajaki kerja sama pariwisata dan pengembangan transportasi laut. Rute yang diusulkan meliputi Dili–Atauro–Lirang–Ilwaki–Kisar–Leti–Moa, dan sebaliknya. Konektivitas ini diharapkan memperlancar arus barang dan orang, memperluas pasar produk lokal, serta memudahkan masyarakat mengunjungi keluarga di kedua negara.
Pemerintah Kabupaten MBD juga menekankan pentingnya mengoptimalkan pos-pos keimigrasian di Lirang, Ilwaki, Kisar, Leti, dan Moa. Fasilitas tersebut diharapkan mendukung mobilitas lintas negara secara legal, disertai prosedur perdagangan yang jelas, koordinasi antarinstansi, serta dukungan fasilitas kepabeanan dan keimigrasian.
Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten MBD turut terlibat dalam diskusi untuk mempersiapkan kebutuhan sarana dan prasarana, kesiapan ekspor, serta dukungan pelaku usaha apabila jalur perdagangan resmi kembali dibuka.
Pemerintah Kabupaten MBD menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap Pemerintah Provinsi Maluku serta Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian dan lembaga terkait memberikan dukungan agar rencana ini dapat direalisasikan.
“Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya menyambut baik inisiatif ini. Kami berharap mendapat dukungan pemerintah provinsi maupun Pemerintah Republik Indonesia agar hubungan dagang ini dapat dibuka demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (tim)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar