Sekdes Luang Timur Desak Aparat Tertibkan Perdagangan Santigi, Soroti Dugaan dari Pulau Luang
- account_circle admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 224
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Sekretaris Desa (Sekdes) Luang Timur, Jhon Kanety meminta aparat penegak hukum segera menertibkan aktivitas penjualan dan pembelian pohon santigi yang belakangan marak terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Pohon santigi yang diperjualbelikan tersebut diduga berasal dari Pulau Luang dimana itu merupakan kawasan hutan lindung.
Kepada Media ini, Kamis (04/06/2026), Ia mempertanyakan pola pengangkutan santigi yang dilakukan menggunakan motor laut jenis jolor menuju Pelabuhan Laut Desa Moain, Kecamatan Moa. Jika pengangkutan dilakukan secara legal, pohon santigi tersebut seharusnya dapat ditampung terlebih dahulu di Pulau Luang sebelum diangkut menggunakan kapal laut dan terbuka.
“Kenapa harus diantar menggunakan motor laut jolor ke Pelabuhan Moain? Kan bisa saja ditampung di Pulau Luang lalu diangkut menggunakan kapal laut. Justru karena ada pembatasan, sehingga dibawa secara diam-diam ke Moa untuk kemudian dimuat dan seolah-olah berasal dari Pulau Leti atau Pulau Moa,” tegas Sekdes Luang Timur.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh desa di Kabupaten MBD merupakan desa adat yang memiliki kewenangan dalam mengawasi pemanfaatan sumber daya alam di wilayahnya. Karena itu, setiap aktivitas pembelian santigi semestinya diketahui dan mendapat izin dari pemerintah desa setempat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau tidak ada izin dari pemerintah desa, saya memastikan santigi itu berasal dari Pulau Luang. Karena semua desa di MBD adalah desa adat, sehingga setiap aktivitas pemanfaatan hasil alam harus diketahui pemerintah desa,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan penyelidikan guna memastikan asal-usul santigi yang diperjualbelikan serta mencegah kerusakan lingkungan akibat eksploitasi yang tidak terkendali. (exp01)
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar