BKP-BTR Cetak 15 Pengawas Operasional Kompeten

Wetar, EXPO MBD

PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Melalui program Bimbingan Teknis Pengawas Operasional Pertama (POP), perusahaan berhasil mencetak 15 pengawas operasional yang kompeten dan siap bersaing di industri tambang.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 April 2026 ini ditutup dengan uji sertifikasi pada 30 April 2026. Program tersebut diikuti oleh 15 karyawan dari berbagai departemen, yakni 9 peserta dari Maintenance, 5 peserta dari Processing, dan 1 peserta dari Site Service. Seluruh peserta dinyatakan lulus dan kompeten sebagai Pengawas Operasional Pertama di bidang pertambangan.

General Manager Operation BKP-BTR, Jimmy Bob Suroto, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk terus mengembangkan talenta internal.

“Setiap pelatihan yang diberikan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi pekerja. Sertifikasi POP ini diharapkan menjadi motivasi bagi karyawan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus meningkatkan daya saing mereka ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pekerja untuk aktif mengikuti berbagai program pengembangan yang disiapkan perusahaan.

Dalam proses persiapan menuju sertifikasi, para peserta mendapatkan pembekalan intensif yang dipimpin oleh Agus Satari. Berbagai materi penting diberikan, mulai dari regulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pertambangan, Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRADC), Job Safety Analysis (JSA), teknik inspeksi dan observasi, pelaksanaan safety meeting, hingga investigasi kecelakaan kerja.

Superintendent Learning & Development BKP-BTR, Endaryanto, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan profesional.

“Kami mendukung penuh keterlibatan pekerja dalam setiap tahapan, mulai dari pembekalan hingga sertifikasi. Ini menjadi peluang penting bagi karyawan untuk berkembang dan meningkatkan profesionalisme,” katanya.

Menariknya, dari 15 peserta yang mengikuti program ini, lima di antaranya merupakan karyawan lokal yang berhasil menunjukkan performa terbaik dan lulus sebagai pengawas operasional. Uji sertifikasi dilakukan melalui wawancara daring bersama asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Keberhasilan seluruh peserta meraih sertifikasi ini menjadi bukti keseriusan BKP-BTR dalam membangun SDM tambang yang kompeten, sekaligus memperkuat peran tenaga kerja lokal dalam industri pertambangan nasional. (exp01)

Tinggalkan Balasan