HMPS Hukum PSDKU Unpatti MBD Bahas Kelangkaan BBM
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 200
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Himpunan Mahasiswa Program Study Hukum PSDKU Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku Barat Daya (MBD) menggelar diskusi publik bertema “Keadilan Negeri: Mengurai Benang Kusut Kelangkaan BBM di Daerah Kepulauan” pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur eksekutif, legislatif, dan pihak SPBU Sumber Mas Tiakur, serta diikuti organisasi kepemudaan dan masyarakat untuk membahas persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap terjadi di Kabupaten MBD.
Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Kabupaten MBD, Imanuel Maupula, menyampaikan bahwa solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kelangkaan BBM adalah pembangunan terminal BBM atau Depot Pertamina di Kabupaten MBD. Menurutnya, keberadaan depot sangat penting karena keterbatasan kapasitas penampungan di SPBU menyebabkan pasokan mudah terganggu, terutama saat cuaca ekstrem yang menghambat distribusi melalui jalur laut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten MBD, Jhozes Leunufna, menjelaskan bahwa sesuai tugas dan fungsinya terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak ketika pasokan terlambat akibat cuaca buruk. Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak SPBU untuk membatasi volume pembelian agar distribusi BBM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten MBD, Geradus Viktor Johanzs, menilai distribusi BBM perlu ditata lebih baik karena penyaluran kepada masyarakat dinilai masih lebih sedikit dibandingkan kebutuhan sektor usaha. Ia menegaskan DPRD akan mengawal proses distribusi mulai dari pembongkaran BBM hingga penyaluran di SPBU agar penyaluran berlangsung transparan dan berkeadilan. “Keadilan punya Tuhan, tetapi minimal manusia harus berupaya agar persoalan kelangkaan dapat diatasi,” ujarnya.
Manager SPBU Sumber Mas Manise, Fransiskus Suyanto, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua SPBU yang melayani masyarakat di Tiakur, yakni SPBU Tribers dan SPBU Sumber Mas Manise. Kebutuhan BBM masyarakat diperkirakan mencapai 150 hingga 200 ton per bulan atau sekitar lima ton per hari. Namun, kelangkaan terjadi ketika pasokan yang diterima kedua SPBU tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Sebagai contoh, pada Mei 2026 SPBU Sumber Mas Manise menerima pasokan 75 ton, sementara SPBU Tribers tidak memperoleh pasokan sama sekali. Memasuki Juni 2026, SPBU Sumber Mas hanya menerima 50 ton dan SPBU Tribers memperoleh 10 ton sehingga terjadi defisit pasokan. Fransiskus menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya cuaca yang menghambat distribusi, tetapi juga terbatasnya kapasitas penampungan BBM. (exp01)
- Penulis: admin








Saat ini belum ada komentar