Marak Perburuan Santigi Ancam Pesisir dan Lingkungan MBD
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 136
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Maraknya perburuan pohon santigi di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai menimbulkan kekhawatiran. Tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak diminati sebagai bahan bonsai ini terus diburu. Akibatnya, populasi santigi di kawasan pesisir semakin berkurang dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem setempat.
Hal ini disampaikan, Anggota DPRD Kabupaten MBD, Winnetoe Akse atau yang biasanya akrab disapa Koko Akse kepada media ini, Kamis (4/6/2026). Dalam beberapa pekan terakhir aktivitas pengambilan santigi berlangsung semakin intensif. Pohon-pohon yang tumbuh alami di kawasan pantai dan tebing karang dicabut hingga ke akar untuk dijual ke luar daerah.
Kondisi ini dikhawatirkan mempercepat kerusakan lingkungan pesisir yang berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan gelombang laut. “Kami melihat santigi sekarang semakin sulit ditemukan di beberapa lokasi yang dulu banyak ditumbuhi tanaman ini. Jika terus diambil tanpa pengawasan, bukan hanya santiginya yang hilang, tetapi juga ekosistem pesisir akan terdampak,” ujarnya.
Selain berperan menjaga struktur tanah di kawasan pantai, santigi juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa kecil dan organisme pesisir. Hilangnya vegetasi tersebut dapat memicu berkurangnya keanekaragaman hayati serta meningkatkan risiko kerusakan lingkungan di wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Pemerintah Daerah bersama aparat terkait diharapkan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pengambilan santigi. Ia juga meminta sikap tegas Pemerintah Desa baik itu Kepala Desa maupun Ketua BPD untuk pengawasan penjualan dan pembelian santigi.
“Perlu ada langkah tegas untuk melindungi santigi dari eksploitasi berlebihan. Edukasi kepada masyarakat dan upaya konservasi harus segera dilakukan agar sumber daya alam ini tetap lestari untuk generasi mendatang,” tegasnya. (exp01)
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar