Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Mencari Pemimpin Memahami Arti Kalwedo

Mencari Pemimpin Memahami Arti Kalwedo

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan dengan thema besar ini pernah saya bicarakan dengan beberapa rekan yang telah duduk sebagai wakil rakyat di Maluku Barat Daya. Bahwasanya, Bumi Kalwedo ini harus dibangun dengan vondasi utamanya adalah Kultur dan Budaya yang dilihat hari ini dalam bentuk simbol Kalwedo itu. Mengapa, karena sebelum negara ini hadir, leluhur kita membangun peradaban itu hanya dengan mengandalkan kehidupan berbudaya tidak dengan lainnya. Simbol besar kita Pancasila saja hadir setelah tatanan ini sudah dibentuk para leluhur. Karena itu, jika pemimpin salah memahami arti kalwedo itu dalam ruang kebijakan politik, sama artinya memperuncing/memperbesar sentimen kelompok dan lainnya.

Kita harus belajar dari Provinsi Papua Barat atau Papua yang mampu melakukan terobosan politik menghadirkan satu lembaga yang namanya Majelis Rakyat Papua (MRP). Lembaga ini adalah representasi kultural orang Papua yang mampu menjaga dan melindungi tatanan kehidupan orang disana. Hal ini saya bicarakan bukan karena mereka memiliki otonomi khusus kemudian lembaga itu hadir, tetapi niat dan pikiran mereka untuk menjaga kekuatan kultural itu ada dan mereka lakukan itu. Mengapa Maluku Barat Daya tidak bisa lakukan itu? Apakah daerah kita harus memiliki otonomi khusus baru hal itu terwujud? Tentu tidak. Semua ini sangat tergantung bagaimana pemimpin itu sendiri. Bagi saya sangat mungkin itu dilakukan.

Oleh. Freni Lutruntuhluy, S.Pd*)

Saya secara pribadi belum melihat para elit dan politisi kita berbicara kearah sana. Mereka masih terpola dengan model/gaya berpolitik yang biasanya, alias mempesona dimana-mana yang mengatur kekuatan “balas dendam” dan kemudian mendapat keuntungan. Model ini menurutku hanya akan mebuahkan generasi yang ikut mengikis atau bahkan merusak peradaban kultural Maluku Barat Daya.

Dipertengahan hingga akhir tahun 2020 ini kita pasti lebih sering disuguhkan dengan berita-berita menarik soal politik itu, karena tepat pada agenda pergantian kepala daerah. Banyak elit politik dan pegiatnya ikut bertebaran dan menebar pesona bahkan berpotensi banyak hal masuk ke ranah hukum jika akhirnya ada yang memilih lajur itu, apakah model ini yang kita inginkan? Tentu tidak.

Saya mengambil thema besar bagaimana kita mampu mendesain makro pembangunan dengan dasar simbol daerah kita Kalwedo itu. Artinya visi dan misi pemimpin kita bisa mengukur sampai dimana kadar Kalwedo itu dalam arah dan kebijakan pembangunan lima tahun mendatang. Maksudnya agar dikemudian hari, kita jangan selalu menggunakan alasan Kalwedo itu hanya untuk menutupi aib yang sudah terjadi. Kalwedo, harusnya bukan sekedar simbol, slogan atau kata/ucapan yang mempersatukan, tetapi harus bisa menyelesaikan masalah pada jalur kulturalnya. Kira-kira pendapat saya begitu.

Pada hari ini, saya juga mengatakan luar biasa kepada generasi milenial kita yang begitu cepat mereka menanggapi apa yang terjadi di jagat maya. Begitulah kira-kira dunia sekarang mengalami pergeseran zaman dengan pendekatan teknologinya. mereka tidak sulit untuk bertemu dan bertatap muka, tetapi sangat rumit menjelaskan alasan dan tujuan apa harus bersama. Mereka masih lupa bahwa komunikasi jalur maya terlalu bersifat konkrit dan tidak tuntas. Tetapi apa yang terjadi di maya kita ikut sadari ternyata memiliki daya dorong yang kuat dan mampu mempengaruhi psikologi komunikasi politik. Yang menjadi persoalan adalah generasi milenial masih sulit memisahkan antara ruang praktis politik dan ruang idealisme. Semoga ini tidak melunturkan kultur dan budaya Kalwedo kita meski berbeda politik.

Kembali pada thema besar kita soal Mencari Pemimpin Memahami Arti Kalwedo. Kita sangat berharap kepada rakyat, semoga dengan proses politik yang ada, rakyat lebih cerdas, dewasa dan berani mengambil sikap untuk satu kebaikan bagi generasi berikutnya.

Sekilas mengingatkan kita anak-anak yang dibesarkan oleh adat. Dalam sejarah hidup saya, almarhum opa saya Romelus Alerbitu sewaktu masih hidup, dalam banyak pertemuan Ia selalu menjadi orang pertama disuguhkan satu sloki Sopi, Ia kemudian bertutur dalam bahasa adatnya. Setelah selesai, sopi itu kemudian tiba-tiba saja diambil oleh salah satu anak yang berada di sampingnya dan langsung diminum. Pulang dari tempat itu saya kemudian bertanya kepada almarhum, “Apa maksud anak itu mengambil sopi itu dari tangan Opa dan ia menum tadi? Opa kemudian menjawab, “anak itu memahami dan ingin melanjutkan apa yang opa sudah lakukan suatu saat nanti”. Pemahaman ini memiliki arti yang begitu dalam bahwa sebagai orang yang di besarkan dari adat, menjadi satu kewajiban untuk menjaga dan merawat adat itu sendiri.

Kalwedo!

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demi Kedamaian, Wabup MBD Minta Semua Pihak Menahan Diri

    Demi Kedamaian, Wabup MBD Minta Semua Pihak Menahan Diri

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Menanggapi peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) dengan maraknya aksi demonstrasi sejumlah kelompok masyarakat, Wakil Bupati MBD, Drs. Agustinus L. Kilikily, M.Si saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (02/12), meminta semua pihak dapat menahan diri demi situasi keamanan dan kedamaian di Bumi Kalwedo. “Dalam beberapa waktu terakhir ini, ada […]

  • Pembukaan MTQ Ke-XXIX, Tanimbar Jadi Indonesia Mini

    Pembukaan MTQ Ke-XXIX, Tanimbar Jadi Indonesia Mini

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Saumlaki, EXPO MBD Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX Provinsi Maluku di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Jumat (18/03/2022), mengandung pesan moral bahwa semua bersaudara. Bangga menjadi bangsa Indonesia yang kaya suku, agama dan budaya bermartabat. Perbedaan tidak jadi penghalang hidup dalam persaudaraan, sebab ada keinginan Tanimbar menjadi indonedia mini. Menurut Ketua Panitia MTQ ke-XXIX Provinsi […]

  • Bupati MBD Serahkan Bantuan Sarana Perikanan Tangkap

    Bupati MBD Serahkan Bantuan Sarana Perikanan Tangkap

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach menyerahkan secara simbolis paket bantuan sarana perikanan tangkap Tahun anggaran 2023. Berupa paket bodi kasko 1,5 GT beserta mesin kepada Kelompok Usaha Bersama Wernana, Putra Laitutun dan Enyesoni. Bertempat di kantor Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten MBD, Kamis (21/03/2024). Menurut Bupati Noach, salah satu cara sehingga angka […]

  • Pertama di Masela, SDK Lawawang Tuan Rumah ANBK

    Pertama di Masela, SDK Lawawang Tuan Rumah ANBK

    • calendar_month Minggu, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pertama kali kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dilaksanakan di Kecamatan Pulau Masela, pada Sekolah Dasar Kristen (SDK) Lawawang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Walaupun sangat disadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan, tetapi kiranya dapat memberikan manfaat yang baik untuk bagi perkembangan pendidikan di wilayah ini. Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah (Korwil) […]

  • Binaan BKP-BTR, TK Uhak dan Lurang Gelar Wisuda

    Binaan BKP-BTR, TK Uhak dan Lurang Gelar Wisuda

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Lurang, EXPO MBD Prosesi wisuda ternyata bukan lagi tradisi milik perguruan tinggi. Saat ini, anak-anak yang sudah menamatkan masa taman kanan-kanak pun ditandai dengan kegiatan wisuda. Seperti yang terjadi belum lama ini di taman kanak-kanak (TK) Nurani Chris di Desa Uhak dan Tunas Farmer di Desa Lurang. Layaknya para sarjana baru, mereka tampil mengenakan toga […]

  • MBD Raih Juara I Paritrana Award

    MBD Raih Juara I Paritrana Award

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Ambon, EXPO MBD Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berhasil meraih Juara 1 Paritrana Award Tahun 2025 tingkat Provinsi Maluku. ‎‎Penghargaan diserahkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Sevy Renita kepada Wakil Bupati MBD, Agustinus L.  Kilikily dalam rangkaian Penganugerahan Paritrana Award Tahun 2025 di Ballroom Lantai 5 Hotel Santika Ambon, […]

expand_less