Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kajian Balitbangda MBD, Inovasi Teknologi Bawang Merah Lakor

Kajian Balitbangda MBD, Inovasi Teknologi Bawang Merah Lakor

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiakur, EXPO MBD

Sebuah kajian yang telah dilakukan oleh Badan penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada tahun 2020 lalu. Tentang penerapan inovasi teknologi  pengembangan bawang merah lakor, menunjukan hasil yang baik dengan potensi sebesar 5,71 ton/ha. Peningkatan produksivitas bawang dan mengatasi kelangkaan dimusim hujan, dengan penerapan rain shelter (Plastik naungan).

Hal ini ditulis berdasarkan press release  yang diterima media ini dari Balitbangda kabupaten MBD belum lama ini. Bawang merah lakor populer dengan sebutan bawang lakor, sebagai warisan keraifan lokal berperan sebagai penyumbang ekonomi strategis dari sektor pertanian. Bawang lakor memberikan kontribusi masif terhadap pendapatan rumah tangga dan penerimaan daerah.

Ternyata dari total luas panen bawang lakor yaitu 34 ha hanya ada produksi sekali panen setahun sebanyak 29,8 ton dengan produksivitas 0,88 ton/ha. Dari data tersebut ternyata produksi bawang merah masih jauh dari potensi hasil yang mestinya dicapai yaitu 12 ton/ha. Dengan estimasi kebutuhan konsumsi daerah setahun sebesar 203 ton, maka dilakukan inpor dari Surabaya, Makasar, Kupang dan Ambon.

Kondisi ini memperlihatkan produksi bawang merah lakor belum mumpuni untuk menjawab kebutuhan dalam daerah. Dengan demikian sangatlah diperlukan perhatian serius untuk pengembangan bawang merah lakor yang lebih difokuskan pada upaya peningkatan produksi. Rendahnya produksi adalah karena frekuensi tanam rendah, dengan aktivitas tanam satu kali setahun tepatnya pada musim kemarau.

Menjawab rendahnya produksivitas bawang merah lakor dapat diatasi dengan sentuhan inovasi teknologi yaitu rain shelter (Plastik naungan). Ini merupakan budidaya diluar musim atau diluar kebiasaan, dan ini memiliki tantangan jauh lebih besar dari pada musim kemarau. Tantangan musim penghujan berupa curah hujan dan ancaman hama penyakit lebih tinggi yang menyebabkan kematian dan produksi hasil rendah.

Teknologi inovasi yang diujicobakan pada lahan percobaan (demplot) di pulau Lakor yaitu rain shelter (Plastik naungan). Berfungsi melindungi tanaman bawang dari musim hujan, sehingga tidak terjadi kelebihan air atau genangan pada lokasi tanam yang dapat mengakibatkan busuk umbi.  Selain itu, teknologi budidaya seperti pengaturan pemupukan, jarak tanam, pemberantasan hama penyakit dengan metode ramah lingkungan.

Rendahnya produksi bawang Lakor juga dipengaruhi oleh tidak tersedianya infrastruktur pertanian. Antara lain irigasi dan jalan usaha tani (JUT). Tidak adanya sistem irigasi berupa pipanisasi, sehingga energi dan waktu yang dibutuhkan petani semakin besar sedangkan produksinya rendah. JUT yang belum tersedia mempersulit petani mengangkut bibit, pupuk dan hasil pertanian. (VQ)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikan Mati di Muara Kali Kuning Ulah Pemangsa

    Ikan Mati di Muara Kali Kuning Ulah Pemangsa

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Temuan beberapa ikan yang mati di muara Kali Kuning, dekat lokasi perusahaan pertambangan dan produksi tembaga Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) di Pulau Wetar, ternyata karena ulah ikan-ikan di sana yang saling memangsa sehingga ada terlempar ke daratan. Hal tersebut disampaikan oleh Manager External Affairs BKP-BTR Dicky Murod kepada Yesry Lolopay, Ketua […]

  • Watloly Optimis PSDKU Jadi Universitas Negeri Kalwedo

    Watloly Optimis PSDKU Jadi Universitas Negeri Kalwedo

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • account_circle admin
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Optimisme untuk terus meningkatkan status dari Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menjadi Universitas Negeri Kalwedo. Sekalipun problem pusat dengan kecenderungan untuk moratorium, tetapi ada keistimewaan untuk MBD. Dengan rekomendasi penugasan khusus untuk daerah Terdepan, Tertinggal dan Terpencil (3T). Hal ini disampaikan Profesor Aholiab Watloly […]

  • Pj. Sekda MBD, Badar Klasis GPM Lemola Momen Bakumpul

    Pj. Sekda MBD, Badar Klasis GPM Lemola Momen Bakumpul

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Begitu banyak mimpi yang ingin dicapai bangsa Indonesia. Maka lewat Bakudapa Anak dan Remaja (Badar) tingkat Klasis GPM Leti Moa Lakor (Lemola) pada Tahun 2024, sebagai momen bakumpul antar sesama anak daerah dalam Tuhan. Saling bertukar pikiran, pengalaman serta informasi edukatif yang mampu membangun kesetaraan dalam pemikiran dan kecerdasan. Hal ini disampaikan […]

  • Utusan Aprian-Damer Pemimpin Upacara Pengukuhan Paskibraka MBD

    Utusan Aprian-Damer Pemimpin Upacara Pengukuhan Paskibraka MBD

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Utusan Putri asal Desa Ilih, Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Tepatnya pada SMA Kristen Aprian-Damer, Yolan A. Watloly dipercaya sebagai Pemimpin Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Tiakur-Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), pada Kamis, 15 Agustus 2024. Bersama utusan dari berbagai jenjang SMA yang ada wilayah bertajuk Kalwedo […]

  • Dinas Perikanan MBD Gelar Konsultasi Publik Susun RZ-KSNT Metimarang

    Dinas Perikanan MBD Gelar Konsultasi Publik Susun RZ-KSNT Metimarang

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Konsultasi Publik tahap pertama untuk penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ-KSNT) bagi Pulau-Pulau Kecil Terluar, khususnya Pulau Metimarang. Kegiatan ini berlangsung di Penginapan Golden Nusantara, Senin, (20/05/2024. Dalam sambutan, Bupati Maluku Barat Daya yang dibawakan Pj. Sekretaris Daerah, Daud Remialy menekankan pentingnya […]

  • Disdukcapil MBD dan Klasis GPM Lemola Teken MoU

    Disdukcapil MBD dan Klasis GPM Lemola Teken MoU

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Lakor, EXPO MBD Dinas Kependudukan dan Perncatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Leti Moa Lakor (Lemola) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) tentang percepatan peningkatan cakupan kepemilikan akta perkawinan melalui pelayanan terintegrasi di kabupaten MBD. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan langsung oleh Kepala Disdukcapil kabupaten MBD, Drs. Daud […]

expand_less