AMGPM Lemola Gelar Aksi Damai di Polres MBD
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Letti Moa Lakor (Lemola) menggelar aksi damai di depan Mapolres Maluku Barat Daya (MBD), Jumat (25/9/2026). Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait penegakan hukum, penanganan konflik sosial, serta upaya menjaga perdamaian di Maluku.
Aksi dipimpin Ketua Daerah AMGPM Lemola, Frangky Knyartutu, bersama jajaran pengurus. Massa diterima Kabag Ops Polres MBD, Wahidin Sapsuha, didampingi Kasat Samapta, Efraim Keiwury dan Kasi Humas, Wempi R. Paunno. Penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman dan damai.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Frangky, AMGPM menyampaikan aspirasi Pengurus Besar AMGPM, di antaranya mendesak aparat penegak hukum mengusut secara tuntas berbagai kasus pembakaran dan konflik sosial di Maluku serta memproses pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku.
AMGPM juga menekankan pentingnya proses penegakan hukum yang profesional, transparan, objektif, adil dan tidak diskriminatif, serta bebas dari intervensi kepentingan kelompok tertentu. Selain itu, perhatian diberikan kepada masyarakat terdampak konflik agar dapat kembali ke tempat asal dengan aman dan memperoleh jaminan perlindungan.
Upaya pemulihan pascakonflik juga menjadi perhatian AMGPM. Pemerintah dan aparat keamanan didorong memperkuat rekonsiliasi, pemulihan kehidupan sosial masyarakat, serta langkah pencegahan dan deteksi dini guna mengantisipasi potensi konflik di kemudian hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wahidin mengapresiasi AMGPM Lemola yang menyampaikan pendapat secara damai dan tertib. Ia memastikan aspirasi tersebut diterima dan akan diteruskan sesuai mekanisme serta kewenangan yang berlaku.
Sementara itu, Kapolres MBD, Budhi Suriawardhana menegaskan keterbukaan Polri terhadap aspirasi masyarakat dengan tetap berpedoman pada fakta, bukti dan ketentuan hukum.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda, untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, kerukunan dan keamanan.
Ia menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik. Aksi AMGPM Lemola pun berakhir dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. (tim)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar