Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kekla Luang Sermata Bersuara Soal Keributan Elo

Kekla Luang Sermata Bersuara Soal Keributan Elo

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lelang, EXPO MBD

Ketua Klasis (Kekla) Luang Sermata Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. K Mose, S.Th bersuara soal kronologi keributan masal di desa Elo, kecamatan Mdona Hyera, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tanggal 16 dan 17 Nopember 2021 lalu. Antara sekelompok yang mengatasnamakan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan pemberitaan media yang dirasa miring dan merugikan GPM.

Menurut Pdt. K Mose, S.Th dalam rilis yang disampaikan kepada media ini, Senin (21/11) bahwa tanggal 16 Nopember 2021 pukul 13.30 Wit rombongan tidak dikenal datang ke desa Elo. Informasi berkembang hendak melaksanakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Kenyataannya Pemerintah Desa dan Majelis Jemaat GPM Elo belum mendapat pemberitahuan secara lisan maupun tulisan.

Dikatakannya sekira pukul 14.00 WIT bertempat di rumah Kepala Desa (Kades), berkumpul Perangkat Desa dan Perangkat Majelis Jemaat GPM Elo untuk membahas kedatangan, berdiskusi, menanti dan mempertimbangkan kehadiran dari luar wilayah dalam kaitan dengan pandemi Covid-19 untuk rombongan tersebut. Tetapi hingga pukul 17.00 WIT tidak ada pemberitahuan terkait kegiatan itu.

Setelah itu pertemuan kembali dilanjutkan di pastori jemaat GPM Elo. Dengan maksud untuk memastikan apakah benar akan ada kegiatan sesuai informasi yang berkembang, karena lokasinya berdekatan dengan gedung yang biasanya digunakan oleh sekelompok orang yang mangatasnamakan GSJA di desa Elo untuk melakukan aktivitas peribadahan.

Saat yang bersamaan ada pemuda desa, Penias Delly menyampiri Kades seraya menyampaikan informasi bahwa Yenmorce Ley (Yang katanya Pendeta GSJA) dan seseorang tidak kenal ingin bertemu. Kades kemudian menyampaikan bahwa kades sedang melakukan pertemuan, sehingga kalau ingin bertemu di pastori saja, ungkapnya.

Tidak lama berselang Penias Delly kembali dan menyampaikan lagi bahwa keduanya ingin bertemu di kediaman Kades. Kades kemudian memanggil pemuda desa yang lain yakni Karel Tarekar untuk menemui kedua orang dimaksud. Untuk menyampaikan bahwa kebetulan Kades berada di Pastori sehingga kalau dapat bertemu untuk menyampaikan maksudnya, ujarnya.

Pertemuan yang diinginkan tidak terwujud, Karel Tarekar kembali dan menyampaikan pikiran keduanya bahwa kalau begitu tidak mengapa karena sudah menghargai dan kalaupun Kades tidak menghargai tidak mengapa. Selanjutnya sekira pukul 18.30 WIT terdengar aktifitas peribadahan berlangsung, Kades bersama staf dan perangkat majelis bersepskat untuk tidak mengizinkan kegiatan itu, tuturnya.

Pukul 18.45 WIT ada niat dari Pemerintah Desa dan Majelis Jemaat GPM Elo untuk menanyakan kegiatan apa yang dilakukan dan sudah izin atau belum karena melibatkan orang luar desa. Ketua pemuda desa Elo, Atrius Maloky langsung menuju gedung tersebut diikuti oleh beberapaorang pemuda desa, staf desa, majelis jemaat dan beberapa warga jemaat, imbuhnya.

Sementara itu ketika ditanya salah satu staf desa, Marthen Yakup Saleky kepada Abner Ley dan Yermonce Ley bahwa dapat izin dari siapa? Abner Ley secara spontan menjawab bahwa “Saya yang kasi izin” beberapa saat kemudian tiba-tiba Yenmorce Ley memukul Marthen Yakup Saleky dan langsung terjatuh. Kejadian itu memicu amarah dan warga kemudian membunyikan tiang listrik, ucapnya.

Masa yang mendengar bunyi tiang listrik berkumpul, sehingga terjadi keributan masal. Masa mencoba mendekati gedung tersebut tetapi ada lemparan batu dari arah gedung, maka masa kemudian mundur dan membalas dengan lembaran batu juga. Sehingga keributan masal tidak terelakan, pelemparan batu terjadi dari kedua arah, tegasnya.

Dalam keributan itu, bukan korban hanya Marthen Yakup Saleky saja tetapi ada juga beberapa orang yang menjadi korban dipukul maupun kena lemparan batu. Korban yang dipukul yakni Swingly Belmin yang juga dipukul Yenmorce Ley sehingga luka pada mata kanan. Ifan Tiotor dipukul Ades Ley, dan Johnreksi Tarekar dipukul Yerto Ley. Korban lemparan batu yakni, Econg Unenor memar pada bagian punggung dan Amus Esau Saleky memar pada bagian lutut kanan, tandasnya.

Sebagai akibat dari pemukulan maka keesokan harinya tanggal 17 Nopember 2021 terjadi adu mulut terjadi karena ada larangan mengambil air bak dekat pastori jemaat GPM Elo, oleh Marthen Yakup Saleky untuk kelompok GSJA. Sebab kelompok GSJA ini tidak pernah mendukung program pemerintah desa, bahkan Yermonce Ley dan istrinya tidak terdaftar dalam register desa Elo, ulasnya.

Tetapi atas permintaan pihak kepolisian, Kades memberikan izin untuk kelompok GSJA dapat mengambil air hingga saat ini. Sore hari pukul 15.00 WIT Kades Elo, Maxeminus Tiotor bersama Ketua Majelis Jemaat GPM Elo beserta beberapa pemuda desa menuju gedung gereja tersebut, beberapa yang melihat kemudian membunyikan tiang listrik.

Tetapi hanya beberapa orang saja yang berdatangan ke lokasi, salah satu warga menendang pintu dan membanting gitar serta kursi diluar gedung. Sementara Ketua Majelis Jemaat GPM Elo dan beberapa pemuda yang berada di lokasi kejadian berupaya menghentikan aksi.

Peristiwa itu terjadi karena ketidakpuasan Kades terhadap prilaku yang sudah sangat meresahkan pemerintah, gereja GPM dan pendidikan. Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tanggal 31 desember 2018, penyelesaiannya dimediasi oleh Camat dan Kapolsek Mdona Hyera dihadiri oleh Kekla Luang Sermata, Majelis Jemaat GPM Elo, Yenmorce Ley dan Abner Ley. Pernyataan melarang aktifitas kelompok tersebut sampai mengantongi izin resmi terlampir. (VQ)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagasi Kapal Mahal, Dinkes MBD Batal Distribusi Obat

    Bagasi Kapal Mahal, Dinkes MBD Batal Distribusi Obat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Tantangan geografis di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), bukan sekadar cerita usang wilayah kepulauan, tetapi nyata dengan biaya yang kian mencekik. Pertengahan bulan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten MBD terpaksa mengambil keputusan sulit. Membatalkan distribusi obat ke 4 Puskesmas lantaran tarif bagasi kapal melonjak drastis. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala […]

  • Alumni Covid-19, Dapat Remisi Dilantik Jadi Pjs Bupati MBD

    Alumni Covid-19, Dapat Remisi Dilantik Jadi Pjs Bupati MBD

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Setelah divonis terjangkit Covid-19 pada tanggal 4 Juli 2020, dirawat dan mendapat remisi negatif pada tanggal 17 Agustus 2020. Maka cerita alumni Covid-19 selama dirawat, sempat menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak 9 kali. Kemudian dilantik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Bupati kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tanggal 26 September 2020. Hal […]

  • Ketua Tim Wasev Tekankan Penting Kolaborasi Suksesnya TMMD Ke-128 Kodim Moa

    Ketua Tim Wasev Tekankan Penting Kolaborasi Suksesnya TMMD Ke-128 Kodim Moa

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-128, Ibnu Subroto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa Tahun Anggaran 2026 di Balai Desa Moain, Kabupaten Maluku Barat Daya, Rabu (6/5/2026). Ia menilai TMMD merupakan program strategis nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta hingga masyarakat. Dalam […]

  • Harapan Kembali Menyala, Bupati Noach Lantik 151 P3K

    Harapan Kembali Menyala, Bupati Noach Lantik 151 P3K

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Sore itu, Jumat (10/10/2025) bertempat di gedung serbaguna Tiakur, kembali dipenuhi haru. Di tengah deretan kursi yang tertata rapi, 151 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berdiri tegap, mengikuti pelantikan. Wajah-wajah perjuangan yang sempat tertunda karena proses panjang, kini akhirnya mengukir babak baru dalam hidupnya. Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas […]

  • Kemah Bakti Pramuka Penggalang KKKS Bumi Perkemahan Gerdasi Beatch

    Kemah Bakti Pramuka Penggalang KKKS Bumi Perkemahan Gerdasi Beatch

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Nyama, EXPO MBD Kemah Bakti Pramuka Penggalang Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD sesuai dengan program kerja Tahun 2025. Tingkat kecamatan Moa diikuti 350 orang, berasal dari 17 Gugus Depan (Gudep). Berlangsung di bumi perkemahan Gerdasi Beatch, desa Nyama, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Selama 3 hari sejak, Rabu (17/09/2025). Ketua Panitia Kemah Bakti […]

  • Pangdam XV/Pattimura Kunjungi Bumi Kalwedo

    Pangdam XV/Pattimura Kunjungi Bumi Kalwedo

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI, Putranto Gatot Sri Handoyo bersama Ketua Persit KCK PD XV/Pattimura mengunjungi Kabupaten Maluku Barat Daya bumi bertajuk Kalwedo menggunakan pesawat Casa 9144 TNI AD. Tiba di Bandara Jos Orno Imsula Moa, Rabu (13/8/2025). Kedatangan Pangdam XV/Pattimura disambut secara meriah oleh Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach, Ketua […]

expand_less