Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahoni dan Trambesi Jadi Andalan Penghijauan Kota Tiakur

Mahoni dan Trambesi Jadi Andalan Penghijauan Kota Tiakur

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Taikur, EXPO MBD

Pemilihan soal jenis tanaman untuk penghijauan kota Tiakur dan sekitarnya menjadi kendala selama ini, alasannya soal tekstur tanah kebawah adalah batu cadas dan batu gampi. Kalau tanam tanaman itu harusnya meliputi dua faktor utama yakni faktor iklim dan genetik tanaman.

Andai saja dua faktor ini dalam kondisi optimum tidak akan menjadi kendala. Menjadikannya dilematis untuk memilih kondisi wilayah dan mengambil aturan yang mengatur tentang tanaman penghijauan untuk  kota. Sehingga saat ini di dapat sudah tanaman yang cocok dengan kondisi iklim dan tekstur tanah kebawah, yakni mahoni dan trambesi.

Hal ini disampaikan kepala dinas Lingkungan Hidup kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Dalma Eoh, SP ketika diwawancarai di ruang kerjanya belum lama ini. Pada faktor genetiknya sangat berhubungan dengan tekstur tanah ke bawahnya. Kalau ada batu cadas dan batu gampi dan topsoilnya paling tidak hanya kedalam tiga meter.

Dikatakan Dalma, sudah pasti ketika ditanam tanaman yang perakarannya lebih dalam dari tiga meter. Jawabannnya dipastikan tanaman tersebut tidak akan bertumbuh dengan baik dan pasti menuai problem. Olehnya arahan Sekertaris  Daerah (Sekda), Drs. A Siamiloy, M.Si untuk menanam tanaman yang punya spesifikasi sesuai kondisi iklim dan tekstur tanah.

Menurut Dalma, ambil misal tanaman bintanggur dan beringin. Akan tetapi jenis tanaman ini tidak cocok dijadikan sebagai tanaman kota. Dari segi teknisnya bukan tanaman kota, sebab harusnya berpedoman pada aturan. Sehingga menjadikannya dilematis untuk memilih kondisi wilayah dan mengambil aturan yang mengatur tentang tanaman penghijauan untuk  kota.

Tutur Dalma, dicontohkannya menanam tanaman pala di pulau Moa ini tidak akan cocok sudah pasti tidak dapat hidup pula. Sehingga mencari jenis genetik tanaman yang sesuai dengan peruntukan untuk jenis tanaman kota. Sehingga saat ini di dapat sudah tanaman yang cocok dengan kondisi iklim dan tekstur tanah kebawah, yakni mahoni dan trambesi.

Ungkap Dalma, pengadaan jenis tanaman untuk ruang terbuka hijau yang sesuai kondisi tidak akan sama dengan pengadaan alat mesin yang tentu pasti. Memilih jenis tanaman belum tentu sama, ambil misal tanaman mangga golek ketika ditanam di Tiakur tentu tidak akan sama hasilnya dengan menanam mangga golek di pulau Babar. (VQ)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD Ke-128 Kodim Moa Layani Kesehatan Warga

    TMMD Ke-128 Kodim Moa Layani Kesehatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Moa, EXPO MBD Pengobatan kesehatan gratis dan penyuluhan stunting digelar bagi warga Desa Moain, Sabtu (16/05/2026). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI bersama Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 1511 dalam rangka mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 1511/Pulau Moa. Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Dim 1511 […]

  • Teguk Sopi Akta Janji Sakral Adat Pilkada Damai MBD

    Teguk Sopi Akta Janji Sakral Adat Pilkada Damai MBD

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Komisi Pemilihan Umum Daerah Maluku Barat Daya (MBD), bersama 3 Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati beserta pendukungnya. Telah melaksanakan deklarasi pilkada damai, dengan teguk sopi dan diboboti tanda tangan sebagai identitas pada spanduk sebagai akta janji sakral adat. Karena samua orang saudara (Ina Nara Ama Syali) “Tabaos Pilkada Damai” jaga […]

  • PMI MBD Gelar Diklatsar Korps Sukarela

    PMI MBD Gelar Diklatsar Korps Sukarela

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten MBD menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela Angkatan I Tahun 2023. Dibuka langsung Ketua PMI Kabupaten MBD, Rommi I. Rumambi, S.Pi. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Kominfo Kabupaten MBD, Rabu (04/10/2023). Kegiatan berlangsung 6 hari Tanggal 4-6 Oktober 2023 secara virtual dan 29-31 Oktober 2023 […]

  • Kajari MBD Buka Pekan Olahraga Kejaksaan

    Kajari MBD Buka Pekan Olahraga Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maluku Barat Daya (MBD), B. Rudi Hartoko, SH. MH didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah MBD, Kenny Rudy Hartoko membuka secara langsung Pekan Olaraga Kejaksaan tahun 2022. Bertempat di halaman upacara Kejaksaan Negeri MBD dihadiri oleh seluruh keluarga besar kejaksaan Negeri MBD beserta anggota keluarga, Senin (18/07). Kajari […]

  • Skakmat di Selatan Negeri, Catur MBD Tumbuh Untuk Indonesia

    Skakmat di Selatan Negeri, Catur MBD Tumbuh Untuk Indonesia

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Ketika senja sore itu tepatnya di Stand Dinas Pariwisata kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), berada di lapangan Kalwedo jantung kota Tiakur, deretan papan catur tersusun rapi. Bukan hanya sekadar permainan papan, catur menjadi simbol harapan. Suasana penuh konsentrasi, tetapi tidak tegang. Sebaliknya, wajah-wajah muda penuh semangat menunjukkan bahwa catur telah menjadi milik […]

  • Jelang Pemilu Disdukcapil Selalu Dinilai Paling Bersalah

    Jelang Pemilu Disdukcapil Selalu Dinilai Paling Bersalah

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Biasanya kalau jelang Pemilihan Umum (Pemilu) itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) selalu dinilai paling bersalah. Alasannya karena penduduk ada yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk tidak masuk daftar pemilih, ada juga kematian yang tidak dilaporkan dan masih dalam daftar pemilih. Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil […]

expand_less