Tujuh Hari Terombang-ambing, Lima Nelayan Ditemukan Selamat di Perairan Romang
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Lima nelayan yang sempat terombang-ambing di laut selama kurang lebih tujuh hari akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar perairan Pulau Maupora, Kecamatan Kepulauan Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu malam (2/9/2026). Mereka sebelumnya mengalami gangguan mesin pada motor laut KM. Harapan Setia saat sedang mencari telur ikan.
Kelima nelayan tersebut diketahui berangkat dari perairan Pulau Seira, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIT. Setelah memasuki hari kelima di laut, mesin motor laut mengalami kerusakan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat mereka tidak mampu mengendalikan arah perjalanan hingga akhirnya terbawa arus dan masuk ke wilayah perairan MBD.
Setelah hanyut selama beberapa hari, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 16.30 WIT, para nelayan akhirnya mendapatkan jaringan komunikasi dan berusaha meminta pertolongan. Informasi tersebut diterima Sekretaris Desa Jerusu, Charles Lendert (61), yang kemudian melaporkannya kepada petugas di Pos Polisi Pulau Romang sekitar pukul 17.50 WIT. Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian bersama masyarakat nelayan langsung bergerak menuju lokasi yang diinformasikan.
Sebelumnya, personel Satuan Polairud Polres MBD yang dipimpin AIPDA Abraham Noya juga telah melakukan pencarian menggunakan kapal patroli setelah menerima informasi awal mengenai keberadaan para nelayan. Pencarian dilakukan di wilayah perairan Pulau Moa dan sekitarnya, namun saat itu motor laut yang digunakan para korban belum berhasil ditemukan.
Upaya pencarian bersama akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.40 WIT, kelima nelayan ditemukan di sekitar perairan Pulau Maupora dalam keadaan selamat dan sehat. Petugas bersama masyarakat kemudian membantu menarik KM. Harapan Setia yang mengalami gangguan mesin menuju lokasi yang lebih aman untuk berlabuh. Kelima nelayan tersebut yakni Ahmad Yakin Afandy (51) selaku nakhoda, Samsul Bahri (42), Muhammad Sanudin (53), Herianto (39), dan Simon Numbery (47) sebagai ABK.
Kasat Polairud Polres MBD IPDA Oktovianus Damaryanan mengatakan, kecepatan respons dan koordinasi sangat penting dalam menangani keadaan darurat di wilayah perairan MBD yang memiliki kondisi geografis kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat nelayan dalam proses pencarian dan pertolongan. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keselamatan warga yang mengalami musibah di laut.
Sementara itu, Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana memberikan apresiasi kepada personel Pospol Pulau Romang, Satuan Polairud serta masyarakat yang terlibat dalam pencarian hingga kelima nelayan berhasil diselamatkan.
Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat. Kapolres sekaligus mengimbau para nelayan agar selalu memeriksa kondisi mesin, bahan bakar, perlengkapan keselamatan dan sarana komunikasi sebelum melaut serta memperhatikan kondisi cuaca demi mencegah terjadinya kecelakaan di laut.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar