Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukrim » DARI PERSOALAN PROYEK BANTUAN RTLH TAHUN 2015 KECAMATAN LAKOR

DARI PERSOALAN PROYEK BANTUAN RTLH TAHUN 2015 KECAMATAN LAKOR

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernyataan Kedua Direktur CV. Dua Puteri, Ambang Batas Pertengahan Agustus

Tiakur, EXPO MBD

Direktur CV. Dua Puteri terkait persoalan proyek bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2015 untuk 73 Kepala Keluarga penerima dikecamatan Lakor, kembali membuat pernyataan kedua. Setelah pernyataan pertama tahun 2017 lalu, untuk menyelesaikan sisa setengah dari pekerjaannya. Untuk batas waktu penyelesaian sisa setengah pekerjaan pada pertengahan bulan agustus mendatang.

Hal ini ditulis berdasarkan keputusan hearing Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten MBD bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak serta Direktur CV. Dua Puteri, kamis (30/07). Pengakuan akan kesalahan yang telah dibuat dan tidak disengajakan disampaikan Direktur CV. Dua Puteri, Viktor Frans akrab disapa Kawuleng.

Cerita proyek bantuan RTLH dengan pagu anggaran kurang lebih sebesar Rp. 300 juta tahun 2015, diperuntukan bagi 73 KK yang wajib menerima di kecamatan Lakor untuk desa Letoda dan Ketty-Letpey. Bantuan berupa semen untuk 43 KK sudah selesai dan diterima. Sedangkan 30 KK penerima 60 sengk gelombang, 1 gulung sengk licin dan 2 kg paku sengk tak kunjung diterima.

Oleh karena persoalan untuk 30 KK penerima inilah, kemudian dipersoalkan pada tahun 2017 oleh DPRD komisi B periode 2014-2019. Alhasilnya Direktur CV. Dua Puteri membuat pernyataan kesanggupan menyelesaikan sisa setengah proyek bantuan RTLH untuk pertama pada tahun 2017. Namun hingga juli 2020 tidak kunjung selesai, hanya menyelesaikan 500 lembar sengk gelombang.

Terhitung sudah sisa pekerjaan yang mestinya diselesaikan CV. Dua Puteri yakni kurang lebih 1.300 sengk gelombang, 30 gulung sengk licin dan 60 kg paku sengk. Pastinya sesuai pernyataan yang dibuat bahwa terhitung tanggal (15/08), sudah diselesaikan dan sampai pada KK penerima. Ketika tidak dapat dipenuhi pada batas waktu maka, diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (VQ

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Frits Pera, Pembangunan Listrik Air Kaiwatu Skala Perioritas

    Frits Pera, Pembangunan Listrik Air Kaiwatu Skala Perioritas

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Wujud perhatian serius pemerintah daerah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dengan alokasi anggaran pembangunan listrik tahun 2020 lalu, untuk unit  produksi Werwaru . Tinggal pembangunan listrik untuk unit penampung air baku Kaiwatu. Maka untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 menjadi skala perioritas penyelesaian pembangunan listrik dimaksud. Hal ini disampaikan […]

  • Si Jago Merah Lahap Habis 1 Rumah di Tiakur

    Si Jago Merah Lahap Habis 1 Rumah di Tiakur

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD “Si jago merah” melahap habis 1  buah bangunan rumah yang didalamnya ada apotek galeno, kemudian merambat melahap sebagian dari bangunan rumah di sebelah Timur yang ada di areal kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Sabtu (08/03/2025). Sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daeraha (Pusdalops.PB) Badan Penanggulangan […]

  • Lakor Gelar Asesmen Nasional Secara Mandiri

    Lakor Gelar Asesmen Nasional Secara Mandiri

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Lakor, EXPO MBD Kecamatan Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Asesmen Nasional Berbasis Komputer secara mandiri di SMP Negeri Satu Atap Werwawan tanpa harus ke ibukota Tiakur, Kabupaten MBD untuk tahun 2022. Menggambarkan bahwa standart dan kualitas pendidikan di Pulau Lakor sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksanaan, Jansen […]

  • Minim Guru Dan Fasilitas, Sekolah Kristen Terancam Tutup

    Minim Guru Dan Fasilitas, Sekolah Kristen Terancam Tutup

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Minimnya tenaga guru dan fasilitas saat ini untuk sekolah Kristen di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), cukup memberikan ruang dan waktu sebagai ancaman ditutup dan dialihkan fungsi menjadi sekolah Negeri. Dengan rasio peran dunia pendidikan di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sangat rendah di propinsi Maluku. Hal ini disampaikan Yesry Lolopaly, SH […]

  • Kado HUT Pemkab MBD Bagi Masyarakat Pelanggan Air Bersih

    Kado HUT Pemkab MBD Bagi Masyarakat Pelanggan Air Bersih

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-17 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan HUT Ke-80 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kabupaten MBD melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo memberikan kado yang istimewa bagi masyarakat, khususnya pelanggan air bersih. Hal ini disampaikan Direktur Perumdam Tirta Kalwedo Kabupaten MBD, Adam A. […]

  • BKP-BTR Gelar Simulasi Keadaan Darurat di Kapal

    BKP-BTR Gelar Simulasi Keadaan Darurat di Kapal

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Lurang, EXPO MBD Alarm tanda ada bahaya di kapal angkut pekerja (crew boat) Servelwell Steward berbunyi. Sejumlah karyawan perusahaan tembaga Batutua Kharisma Permai dan Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), di kabin bangkit mengeluarkan jaket penyelamat (life jacket) yang tersimpan di bawah setiap bangku. Mengenakannya ke tubuh masing-masing, begitu pula para awak kapal yang menghentikan tugas. Semuanya […]

expand_less