Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Disleksia : Mengenal Lebih Dekat Tantangan dan Solusinya

Disleksia : Mengenal Lebih Dekat Tantangan dan Solusinya

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh :

Vensca Miryam Wakim, S. Pd.,Gr.

Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan

Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

Pendidikan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia. Dengan adanya pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Sesuai dengan tujuan dari pendidikan menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 bahwa “Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Jika demikian, maka siswa harus memiliki kemampuan dasar untuk menerima informasi ataupun pengetahuan dalam proses pembelajaran yang baik agar dapat berkembang sesuai harapan orang tua maupun guru.

Salah satu bentuk kemampuan dasar tersebut adalah kemampuan membaca. Dengan membaca maka dapat membantu siswa untuk dapat menerima maupun menggali lebih dalam mengenai informasi ataupun pengetahuan. Hodgson (Tarigan, 2008:7) menjelaskan bahwa “membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata – kata atau bahasa tulis, suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu satu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan makna kata – kata secara individual akan dapat diketahui”. Sehingga jika dalam proses mendapatkan pesan dalam membaca tidak terlaksana dengan baik, maka pesan secara tersurat dan tersirat yang diberikan oleh penulis tidak akan dipahami. Apabila siswa mengalami kesulitan dalam membaca, maka proses mendapatkan informasi pun akan ikut terganggu sehingga bisa timbul ketertinggalan dalam proses belajar.

Kesulitan membaca adalah bentuk yang paling umum dari ketidakmampuan belajar. Karena hal ini terkait dengan pemahaman, pengejaan, dan penulisan. Siswa yang mengalami kesulitan membaca biasanya mengalami kesulitan dengan memori kerja, perhatian dan keterampilan organisasi. Dampak dari kesulitan membaca meliputi masalah pembelajaran dikelas, kemampuan untuk berpatrtisipasi dalam komunikasi sosial, perilaku dan tantangan sosial-emosional. Kesulitan membaca ini biasanya disebabkan oleh sebuah gangguan pada syaraf otak. Gangguan ini yang kita kenal dengan Disleksia.

Disleksia adalah sebuah kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, dan mengeja, meskipun memiliki kecerdasan yang normal atau di atas rata-rata. Selain itu orang dengan Disleksia sering mengalami kesulitan dalam membunyikan kata-kata, memahami kata-kata tertulis dan menamai objek dengan cepat (Hulme & Snowling, 2016). Mereka sering kali mengalami kesulitan dalam memproses informasi yang didengar atau dilihat, khususnya yang berkaitan dengan bahasa. Kemudian, Mereka juga memiliki perbedaan dalam memproses informasi bahasa yaitu bagaimana mengambil informasi (input), bagaimana mereka memahami informasi tersebut, mengingatnya dan mengaturnya dalam pikiran mereka (cognitive processing) sehingga menghasilkan tanggapan (response) serta bagaimana mereka menyampaikan tanggapan tersebut (output). Hal ini terjadi karena adanya gangguan dalam fungsi neurologis.

Tanda-tanda umum dari kesulitan membaca meliputi kosakata yang terbatas, ejaan yang buruk, kesulitan dalam pemahaman, kesulitan mengartikan kata-kata, pembalikan dan penggantian serta tantangan dalam pengurutan. Kesulitan membaca seringkali berasal dari masalah mendasar pada kemampuan literasi dasar siswa. Yang mana membutuhkan cakupan dan urutan sistematis yang memperkenalkan setiap keterampilan fonik berkembang dari yang paling sederhana ke yang lebih kompleks menggunakan teks yang terkontrol. Untuk membantu siswa yang memiliki kesulitan membaca ini guru perlu melakukan strategi intervensi membaca pada area kesulitan mereka. Penerapan strategi sangat penting untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan membaca siswa.

Ada beberapa strategi praktis yang telah terbukti dapat membantu siswa mengatasi kesulitan membaca, contohnya membangun kosakata membaca dan terpapar dengan buku secara konsisten dapat mengenalkan siswa pada berbagai macam kata, membaca dengan keras, mengidentifikasi petunjuk konteks, menggunakan teknologi bantuan Text to Speech (TTS) dan alat bantu visual. Selain dengan strategi tersebut, guru juga bisa mencoba beberapa kegiatan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca. Kegiatan yang dapat dilakukan seperti memodelkan membaca lancar secara lisan, membaca dengan bantuan, membaca lisan terbimbing dan membaca berpasangan. Strategi dan kegiatan yang dilakukan pastinya membutuhkan media untuk membantu mempermudah guru.

Bagi siswa yang mempunyai kesulitan membaca, teknologi dapat menjadi salah satu media yang penting untuk membantu mereka. Buku audio misalnya membantu siswa untuk membaca cerita yang mungkin tidak dapat mereka baca dengan buku tradisional. Alat bantu untuk membaca tidak mahal dan mudah ditemukan karena alat-alat ini dapat diakses pada Komputer, Smartphone dan perangkat digital lainnya. Alat bantu yang bisa digunakan untuk meminimalisir kesulitan membaca adalah Text to Speech (TTS), buku audio dan buku TTS digital, pengenalan karakter optik OCR, alat anotasi, kontrol tampilan, kamus dan tesaurus.

Dengan pemahaman terhadap disleksia itu seperti apa, diharapkan semakin berkurang pula guru yang memiliki stigma negatif, bahwa siswa itu bodoh ketika belum mampu membaca dan menulis. Mengapa demikian, karena selalu ada alasan di balik ketidakmampuan seorang siswa. Mereka hanya perlu bimbingan dan perhatian lebih untuk bisa berkembang. Menyalahkan ketidakmampuan siswa dengan tidak dibarengi dengan pendampingan dari orang tua dan guru, hanya akan membuat siswa tersebut semakin tertekan dan tidak mampu berkembang untuk mengikuti ketertinggalannya dalam pembelajaran. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, individu dengan disleksia dapat mencapai potensi penuh mereka dan meraih kesuksesan di sekolah dan kehidupan. Perlu diingat bahwa setiap anak itu memiliki keistimewaannya tersendiri. Disleksia bukanlah halangan untuk belajar dan berprestasi. Banyak individu dengan Disleksia telah mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang, termasuk sains, seni, dan bisnis.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lolopaly Minta Bupati MBD Keluarkan SK Kontrak Daerah

    Lolopaly Minta Bupati MBD Keluarkan SK Kontrak Daerah

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Yesry Lolopaly, SH meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati kabupaten MBD untuk secepatnya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pegawai kontrak daerah. Lebih di fokuskan kepada tenaga kontrak guru, karena terjadi kekosongan tenaga pendidik. Menurut Yesry begitu sapaan […]

  • Bunda Literasi Gelorakan Budaya Gemar Baca

    Bunda Literasi Gelorakan Budaya Gemar Baca

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sejak tahun 2021 lalu telah memiliki Bunda Literasi Kabupaten, yang memiliki tugas utama yaitu untuk menggelorakan budaya gemar baca di Kabupaten MBD pada tatanan keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka secara hirarki tugas tersebut wajib dilaksanakan oleh Bunda Literasi Kecamatan dan seterusnya Bunda Literasi Desa. Hal ini disampaikan […]

  • Kapolres MBD “Bacarita” Kamtibmas Di Pulau Letty

    Kapolres MBD “Bacarita” Kamtibmas Di Pulau Letty

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Kapolres Maluku Barat Daya (MBD), AKBP, Budi Adhy Buono melakukan kunjungan kerja ke desa Tutukey, kecamatan Letty kabupaten MBD, sabtu (08/08). Tidak lain hanya “bacarita” Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Dimaksudkan untuk saling berbagi informasi guna menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat, dan memiliki nilai kearifan lokal. Kunjungan kerja Kapolres MBD “Bacarita” […]

  • Pemkab MBD Gelar Capacity Building Juga Sosialisasi Pajak dan Retribusi Pelaku Usaha Kos-Kosan

    Pemkab MBD Gelar Capacity Building Juga Sosialisasi Pajak dan Retribusi Pelaku Usaha Kos-Kosan

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menggelar Capacity Building dan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Percepatann Digitalisasi daerah bagi pelaku usaha rumah kos-kosan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Tiakur, Jumat (20/6/2025). Kegiatan Capacity […]

  • Kado HUT RI ke-76, Forkopimcam Lakor Berbagi Kasih

    Kado HUT RI ke-76, Forkopimcam Lakor Berbagi Kasih

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Lakor, EXPO MBD Tepat dihari memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-76 tahun 2021. Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lakor, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Memberikan kado berbagi kasih berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yakni janda, lansia yang ada di 5 desa 4 dusun. “Karena kepentingan yang utama adalah […]

  • Wabup Kilikily Buka Festival Budaya Riuk Raya Moa

    Wabup Kilikily Buka Festival Budaya Riuk Raya Moa

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Tiakur, EXPO MBD Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Agustinus Lekwarday Kilikily membuka festival kebudayaan Riuk Raya Moa, sebagai rangkaian pembelajaran pemberdayaan masyarakat oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM). Bertempat di desa Nyama, Kecamatan Moa, Kabupaten MBD, Sabtu (25/01/2025). Menurut Wabup Kilikily, Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan dari […]

expand_less