DPRD dan Pemkab MBD Bahas Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada Prioritas Masyarakat
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiakur, EXPO MBD
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) resmi memulai pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Senin (21/09).
Pembahasan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi sosial-ekonomi daerah selama semester pertama serta mengevaluasi capaian pendapatan dan kebutuhan belanja daerah.
Ketua DPRD Kabupaten MBD, Petrus Aswerus Tunay menyampaikan proses pembahasan perubahan KUA-PPAS tersebut ditargetkan berlangsung secara cermat, kritis, akuntabel, dan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan waktu efektif yang tersisa sekitar sembilan hari, Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta mengoptimalkan waktu yang tersedia guna memastikan tahapan penetapan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat diselesaikan sesuai jadwal dan menghindari konsekuensi akibat keterlambatan.
perubahan anggaran mengarahkan penyesuaian belanja pada sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat. Fokusnya mencakup pemenuhan pelayanan dasar, penanggulangan kemiskinan, percepatan pembangunan infrastruktur yang mendesak, serta upaya pemulihan dan pemberian stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran pada paruh pertama tahun berjalan, ungkapya.
Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach menegaskan komitmen untuk terus membangun daerah dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Efisiensi anggaran disebut menjadi momentum untuk mendorong pemerintahan yang lebih efektif, bersih, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
Dalam penyampaian Nota Pengantar Keuangan dan Perubahan APBD 2026, Noach juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, BUMN, BUMD, dunia usaha, serta masyarakat MBD atas dukungan terhadap pembangunan daerah.
Ia mengajak seluruh elemen melihat MBD tidak hanya dari keterbatasan, tetapi juga dari potensi laut, tanah, kekayaan alam, budaya, serta semangat gotong royong masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pantun, “Di Lurang penuh kenangan, Ombak berdebur di tepi pantai; APBD boleh terbatas kemampuan, Cinta kepada rakyat jangan pernah usai.” (exp01)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar